Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,  Agustus 2025 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus memperkuat kinerja operasionalnya guna mencapai target throughput tahun 2025. Dengan mengedepankan layanan terintegrasi dan pemanfaatan teknologi terbaru, PTP Nonpetikemas optimistis mampu mendorong peningkatan arus barang secara signifikan.

Tahun ini, perusahaan menargetkan throughput sebesar 53,5 juta ton/m3. Untuk merealisasikan target tersebut, PTP Nonpetikemas mengimplementasikan sejumlah program strategis, di antaranya modernisasi terminal, kolaborasi langsung dengan pemilik kargo dan pelaku logistik, penyediaan layanan Port Management Service berbasis Planning & Control terintegrasi melalui Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M), serta penguatan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment).

Hingga akhir Juni 2025, PTP Nonpetikemas mencatat realisasi throughput sebesar 22.401.788 ton/m3, meningkat 6,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (21.124.424 ton/m3). Kontribusi arus barang tersebut berasal dari empat jenis kemasan utama Curah Kering: 45%, General Cargo: 27%, Curah Cair: 22% dan Bag Cargo: 6%.

Hingga Semester I 2025, PTP mencatat peningkatan throughput di berbagai jenis kemasan. Pada General Cargo, tiga cabang teratas adalah Tanjung Priok dengan 4.633.805 ton/m3 (naik 29,81% dari 2024), Banten 416.430 ton/m3 (naik 20,73%), dan Pangkal Balam 29.386 ton/m3 (naik 26,29%). Untuk Bag Cargo, Teluk Bayur mencatat 398.265 ton/m3 (naik 59,32%), Tanjung Pandan 248.785 ton/m3 (naik 12,61%), dan Tanjung Priok 62.304 ton/m3 (naik 15,86%). Pada Curah Cair, Jambi mencatat 532.061 ton/m3 (naik 69,64%), Teluk Bayur 1.441.073 ton/m3 (naik 11,11%), dan Panjang 434.661 ton/m3 (naik 33,46%). Sementara itu, Curah Kering mencatat lonjakan di Pontianak sebesar 965.592 ton/m3 (naik 691%), Cirebon 1.659.230 ton/m3 (naik 18,57%), dan Pangkal Balam 150.347 ton/m3 (naik 77,03%).

Pertumbuhan pada layanan General Cargo didorong oleh peningkatan aktivitas bongkar muat di Cabang Tanjung Priok, khususnya dari komoditas steel product. Sementara pada Curah Cair, kontribusi signifikan datang dari Cabang Jambi yang melayani pengapalan kondensat milik PT Laban Raya Samodra, serta meningkatnya volume minyak goreng milik PT Ligita Jaya yang ditangani Cabang Teluk Bayur.

Untuk Curah Kering, Cabang Cirebon mencatatkan pertumbuhan positif berkat kegiatan bongkar muat batubara milik PT Indragarda Paling Gesit, PT Abra Cirebon Sakti, dan PT Eka Nusa Dwi Sapta. Volume pasir kuarsa milik PT Abra Cirebon Sakti juga mengalami kenaikan.

Sementara itu, kinerja Bag Cargo terdongkrak oleh kelancaran distribusi semen di Cabang Teluk Bayur dan meningkatnya trafik pupuk kemasan bag produksi PT Pupuk Iskandar Muda. Realisasi kinerja operasional yang diukur melalui indikator ton ship day (T/S/D) sepanjang tahun 2024 juga menunjukkan performa yang positif. Hal ini tercermin dari kontribusi PTP terhadap SPMT Group sebesar 39%, dengan total throughput perusahaan pada tahun 2024 mencapai 47.046.785 ton/m3.

Secara nasional, PTP Cabang Tanjung Priok mencatatkan throughput General Cargo tertinggi di antara seluruh cabang SPMT Group. Untuk Curah Cair, Cabang Teluk Bayur menempati posisi ketiga tertinggi. Adapun pada Curah Kering, Cabang Tanjung Priok kembali mencatatkan kinerja terbaik di lingkungan PTP Nonpetikemas, disusul oleh Cabang Panjang dan Bengkulu.

“Target 2025 kami mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan dan keunggulan. Kami yakin target ini dapat dicapai melalui modernisasi terminal, ekspansi bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan para pengusaha bongkar muat dan mitra strategis lainnya,” ujar Indra Hidayat Sani, Direktur Utama PTP Nonpetikemas.

Tentang PT Pelindo Multi Terminal

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) merupakan Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang fokus pada pengelolaan operasional terminal nonpetikemas di Indonesia, saat ini mengelola 20 branch/cabang yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, juga Bali dan Nusa Tenggara, serta 3 anak perusahaan yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) yang mengelola 11 cabang, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT/IPCC) yang mengelola 6 terminal, dan PT Terminal Curah Utama.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Motor Honda Terbaru 2026, CB500 501 cc Harga Lebih Terjangkau

Kamis, 24 Sep 2026 - 23:51 WIB