Update RUU Pemilu, Pemerintah Siapkan Posisi Soal Ambang Batas Parlemen dan Presiden

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan sikap terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) terkait persoalan ambang batas parlemen dan presidensial, meski hal itu belum dibahas secara resmi antara pemerintah dan DPR RI.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah mengikuti perkembangan dinamika pembahasan ambang batas yang saat ini masih di tingkat elite partai politik.

“Tentu ada isu-isu strategis yang sedang kita persiapkan, begitu pula substansinya. Kita juga ikuti pembahasan antar pimpinan parpol. Ada isu terkait kepresidenan. ambang, ambang batas parlemenBegitu, dll., ya. “Tentunya masih dalam taraf informal,” ujarnya di Gedung DPR, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan sikap sambil menunggu pembahasan resmi DPR RI.

“Yah, kita masih menunggu agendanya dibahas secara resmi, tapi tentunya kita juga harus menyiapkan semua isu strategisnya, bagaimana posisi pemerintah terhadap hal itu,” jelasnya.

Ia mengatakan pemilu harus memberikan keseimbangan antara efektivitas pemerintahan dan akuntabilitas atau demokrasi.

Ia ingin suara rakyat tidak disia-siakan, namun sistem pemerintahan tetap berjalan efektif, begitu pula jajaran koalisi.

“Harus ada mekanisme pemerintah yang membuat pemerintah membangun sistem check and balances,” ujarnya.

Saat ditanya awak media terkait usulan dapil nasional Partai Demokrat, dia mengatakan pemerintah sudah mendengar usulan tersebut dan masih mendalami dan mempelajarinya.

Menurutnya, aspek teknis terkait usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut yang melibatkan masyarakat sipil, pemantau, dan aktivis pemilu.

“Tetapi tentu saja teknisnya sekali lagi memerlukan pembahasan lebih dalam, yang kami yakini juga akan melibatkan masyarakat sipil dan sesama pemantau dan aktivis pemilu,” kata Bima.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, persoalan penetapan ambang batas parlemen 5% belum final dan masih dibahas.

Apalagi, parpol masih menunggu hasil partisipasi masyarakat yang akan disampaikan ke Komisi II DPR.

Jadi belum ada ketetapan soal brainstorming. Hasil pembahasannya kira-kira seperti yang disampaikan Pak Sugiono, kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru