Ringkasan
-
•
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, namun tingkat kepuasannya terbagi. -
•
Sebanyak 49,5% masyarakat yang mengetahui program ini menyatakan tidak puas, sedangkan 47,4% menyatakan puas. -
•
Permasalahan utama yang muncul di lapangan adalah ketidaksesuaian lauk pauk yang disajikan dan kasus keracunan makanan.
INFORMASI.COM, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan yang paling disorot dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei Poltracking Indonesia pada Oktober 2026 mengungkapkan bahwa program ini memiliki tingkat pengetahuan masyarakat yang sangat tinggi, namun diikuti dengan evaluasi kepuasan yang terbagi.
Data survei menunjukkan 92,4% masyarakat mengetahui MBG merupakan program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Hanya 5,7% yang menyatakan tidak tahu, dan 1,9% tidak menjawab. Angka tersebut menjadikan MBG sebagai program dengan jangkauan yang paling masif diantara program prioritas lainnya.
Di kalangan masyarakat yang mengetahui program tersebut, kepuasan masyarakat terhadap MBG sebenarnya terbagi. Sebanyak 49,5% masyarakat menyatakan tidak puas terhadap pelaksanaan program MBG yang merupakan gabungan antara kurang puas dan sangat tidak puas. Sedangkan masyarakat menyatakan puas sebanyak 47,4% yang terdiri dari cukup puas dan sangat puas. Sisanya sebesar 3,1% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Saya
Baca Juga
Survei Poltracking: Kepuasan terhadap Prabowo-Gibran Stagnan, Perekonomian Sulit dan Harga Sembako Tak Terjangkau
Data
Tingginya angka ketidakpuasan tersebut tidak lepas dari berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Survei mencatat sejumlah permasalahan utama yang dirasakan masyarakat terkait penerapan MBG.
Permasalahan yang paling dominan adalah ketidaksesuaian lauk pauk yang disajikan yang dipilih oleh 26,2% responden. Masalah serius lainnya adalah kasus keracunan makanan yang disebutkan oleh 20,3% responden, serta kurangnya rasa dan kualitas gizi makanan sebesar 16,5%.
Menariknya, meski tingkat kepuasannya terbagi-bagi, namun masyarakat hampir terbagi rata mengenai keberlangsungan program ini. Sebanyak 45,9% masyarakat menilai program MBG tidak perlu dilanjutkan, sedangkan 45,5% menilai sebaiknya program tersebut dilanjutkan. Sedangkan 8,6% responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Sebaliknya, program prioritas lain seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga menunjukkan tingkat kepuasan yang rendah. Meskipun 75,5% masyarakat mengetahui program KDMP, 46,1% masyarakat menyatakan tidak puas, dan hanya 27,8% yang menyatakan puas. Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang dari 45,6% masyarakat yang mengetahui, 65,5% diantaranya merasa puas dengan program tersebut.

Saya
Baca Juga
Mengapa Elektabilitas Prabowo Turun di Survei SMRC Terbaru? Apakah ada hubungannya dengan MBG dan Kopdes?
Data
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency











