Saat Gibran turun tangan terkait korban MBG di Karo

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnis.com, JAKARTA — Sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang semakin aktif dan terbuka terhadap berbagai persoalan publik mulai menarik perhatian.

Reaksi positif pun mengalir karena sikap “turun tangan” Gibran dinilai memberi sinyal bahwa pemerintah tidak berpaling dari permasalahan di lapangan. Misalnya saat menjenguk korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Kunjungan ke Karo menarik perhatian masyarakat karena ada korban yang diduga hilang ingatan usai makan MBG, yakni Febiona Purba. Korban segera dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapat perawatan medis lebih optimal atas permintaan Gibran.

Lebih lanjut, Gibran juga meminta maaf atas kendala yang terjadi pada program MBG. Ia pun berjanji permasalahan tersebut akan dievaluasi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Segala keluhan dan masukan bapak dan ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk ditindaklanjuti. Saya atas nama pemerintah mohon maaf yang sebesar-besarnya, kata Gibran di Karo, Jumat (9/11/2026).

Tak berhenti sampai disitu, sikap reaktif Gibran yang menyayangkan pegawai SPPG yang membuat konten yang dinilai “mengolok-olok” korban keracunan MBG pun mendapat sorotan publik karena menunjukkan dimensi lain dari sikap pemerintah.

Sisi Empati Pemerintah

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai Gibran telah menunjukkan sisi pemerintahan yang baik.

Menurutnya, hal tersebut relevan dan menjadi angin segar di tengah sentimen negatif masyarakat terhadap program pemerintah, khususnya terkait MBG.

Diferensiasi ini relevan karena masyarakat ingin melihat bagaimana negara menyikapi secara objektif, proporsional, dan profesional mengatasi ekses dari kebijakan makan gratis bergizi, kata Agung saat dihubungi, dikutip Rabu (23/9/2026).

Kemudian, Agung berpandangan, sikap Gibran tidak bisa diartikan efektif atau tidak dalam menekan sentimen negatif masyarakat terhadap program pemerintah.

Terlepas dari itu, Agung menyatakan, sikap orang nomor dua di Republik Indonesia ini tetap perlu diapresiasi karena bisa dilihat sebagai upaya positif menunjukkan sisi empati pemerintah.

Dan apa yang dilakukan Mas Gibran patut diapresiasi. Kami berharap ini bisa memberikan masukan kepada seluruh aparatur pemerintah agar lebih berhati-hati, lebih berempati, lebih profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tutupnya.

Membangun Karakteristik Politik

Sementara itu, Pakar Politik sekaligus Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio memandang keaktifan Gibran di lapangan sebagai upaya membangun ciri politik dirinya.

Ya, bagus sekali Gibran mengambil langkah itu karena sebagai politikus harus punya ciri khas, kata Hendri saat dihubungi, dikutip Rabu (23/9/2026).

Hendri menambahkan, tindakan Gibran tidak boleh dimaknai sebagai dinamika internal Presiden Prabowo Subianto. Sebab, menurutnya, gerak-gerik Gibran juga sepenuhnya berada dalam koridor evaluasi kepala negara.

Nah, Presidenlah yang seharusnya menilai Gibran. Kalau salah nanti dia dipanggil, ditegur. Tapi ada kemungkinan Gibran juga disuruh Presiden, bisa saja seperti itu, ”pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Adi Prayitno menilai Gibran telah menunjukkan sikap politiknya dalam berempati terhadap dinamika program MBG.

Adi juga menyoroti teguran keras Gibran kepada oknum SPPG yang kedapatan bercanda di tengah kecelakaan keracunan tersebut. Menurut Adi, langkah ini tepat untuk menjaga sensitivitas masyarakat.

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa intervensi ini tidak boleh berhenti sebagai respon sampai kapanpun jika kita ingin menekan sentimen negatif masyarakat secara berkelanjutan.

“Hal ini harus sering dilakukan, tidak hanya sekali atau dua kali jika ingin efektif menekan sentimen negatif. Dan yang terpenting, pastikan tidak ada yang keracunan lagi,” kata Adi saat dihubungi.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Utusan Khusus Prabowo: Mulai 9 November 2026, Semua Transaksi Digital Harus Kena Pajak
Sudaryono Sebut Perbaikan Tata Kelola MBG Hemat Rp 44 Triliun – PALING 1058
Anies Beberkan Penyebab Banjir Jakarta dan Sebut 17 RW Terendam Banjir
Komentar Jokowi Soal 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apakah Mereka Merasakan Manfaatnya?
Pemkot Palangka Raya Gandeng Relawan Hadirkan Rumah Aman Asap
Minecraft: Pembaruan Edisi Batuan Dasar 26.60 Menghadirkan 600+ Perbaikan Bug Terbaru
Masih ingat Rohee? Bocah Stiker Whatsapp Viral Kini Sudah Besar, Bikin Pangling!
Pria Pembawa Senjata Tajam Saat Demo di Jogja Ditangkap Polda DIY
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:21 WIB

Utusan Khusus Prabowo: Mulai 9 November 2026, Semua Transaksi Digital Harus Kena Pajak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Sudaryono Sebut Perbaikan Tata Kelola MBG Hemat Rp 44 Triliun – PALING 1058

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:40 WIB

Anies Beberkan Penyebab Banjir Jakarta dan Sebut 17 RW Terendam Banjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:20 WIB

Komentar Jokowi Soal 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apakah Mereka Merasakan Manfaatnya?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Pemkot Palangka Raya Gandeng Relawan Hadirkan Rumah Aman Asap

Berita Terbaru

Headline

Pemkot Palangka Raya Gandeng Relawan Hadirkan Rumah Aman Asap

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:00 WIB