Roy Suryo Cek Langsung ke Australia, Bantah Klaim Gibran Hanya 6 Bulan Sekolah di UTS Insearch

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Roy Suryo mengaku tak sekadar mempertanyakan sejarah pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka asal Indonesia. Ia mengaku datang langsung ke Australia untuk menelusuri keberadaan Gibran di UTS Insearch dan berbicara dengan orang-orang yang berada di sana pada masa yang disebut sebagai pendidikan Gibran.

Dalam penelusuran tersebut, Roy mengaku tidak menemukan siapa pun yang mengenal Gibran sebagai mahasiswa yang pernah kuliah di UTS Insearch. Menurut dia, orang-orang yang ditemuinya merupakan orang-orang yang berada di lembaga tersebut pada periode 2004-2007.

“Saya ke Australia, langsung ke UTS Insearch, dan ketemu di sana orang-orang yang bersekolah saat itu, katanya Gibran bersekolah dari tahun 2004-2007. Tidak ada yang pernah tahu namanya Gibran,” kata Roy dalam acara tersebut. Gangguan di iNews, Kamis (24/9/2026).

Roy kemudian mengatakan, ada satu nama yang menjadi pengecualian dalam pencariannya, yakni Ikhsan Katonde. Namun, ia menegaskan pertemuan Ikhsan dengan Gibran bukan dalam kapasitas sebagai teman sekolah atau sesama mahasiswa UTS Insearch.

Menurut Roy, Ikhsan merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di Australia dan mendampingi Gibran selama berada di negara tersebut. Pertemuan tersebut disebut terjadi saat Gibran menghadiri kunjungan Joko Widodo ke Australia.

Dari informasi yang diklaim Roy peroleh melalui Ikhsan, muncul isu lain terkait durasi masa tinggal Gibran di UTS Insearch. Roy bercerita, Gibran pernah mengaku kepada Ikhsan bahwa dirinya baru belajar di sana selama enam bulan.

Gibran menemani istri dan anak-anaknya jalan-jalan ke Australia. Gibran mengaku kepada Pak Ikhsan Katonde bahwa Gibran baru belajar di Insearch selama enam bulan, kata Roy.

Roy kemudian mempertanyakan informasi enam bulan tersebut karena menurutnya tidak sejalan dengan riwayat pendidikan Gibran termasuk UTS Insearch periode 2004-2007. Perbedaan inilah yang menjadi salah satu landasan yang menurut Roy perlu dipertanyakan dalam polemik pendidikan Gibran.

Baca juga: Gugat Gibran ke Mahkamah Konstitusi, Denny Indrayana Disebut Aman dari Tuntutan Pidana

Roy bahkan menyebut penggeledahan ke Australia dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung keberadaan Gibran di lembaga tersebut. Ia mengaku mencari orang-orang yang pernah ke sana pada waktu yang sama, namun tidak mendapat pengakuan apapun dari mereka bahwa mereka pernah mengenal Gibran saat masih mahasiswa.

“Saya ke Australia, langsung ke UTS Insearch,” kata Roy saat menjelaskan pencariannya. Ia kemudian mengaitkan hasil pencarian tersebut dengan masa pendidikan Gibran yang tercantum dalam dokumen tersebut.

Sedangkan informasi periode 2004-2007 merupakan bagian dari sejarah pendidikan Gibran yang dipertanyakan polemiknya. Roy lantas menyoroti perbedaan jangka waktu klaim tiga tahun dan enam bulan sebagai hal yang menurutnya perlu dijelaskan.

Namun pernyataan Roy terkait penggeledahan tersebut merupakan klaim dan kesaksian yang disampaikannya dalam sebuah acara televisi. Klaim tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Gibran tidak pernah belajar di UTS Insearch.

Isu riwayat pendidikan Gibran pun masuk ke ranah hukum lewat gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi terkait syarat pencalonannya sebagai wakil presiden. Dalam perkembangan kasus ini, persoalan dokumen pendidikan dan proses verifikasi pun menjadi bagian perdebatan para pihak.

Dengan demikian, penelusuran Roy di Australia menambah versi lain polemik yang tengah berlangsung terkait sejarah pendidikan Gibran. Di satu sisi terdapat catatan pendidikan yang memuat jangka waktu tertentu, sedangkan Roy memuat informasi hasil penelitiannya dan klaim mengenai jangka waktu enam bulan yang menurutnya perlu diperjelas.

Hingga saat ini, perbedaan informasi tersebut menjadi bagian dari polemik yang harus dilihat berdasarkan dokumen, pernyataan pihak terkait, serta proses hukum yang sedang berjalan. Roy sendiri menyampaikan temuannya sebagai alasan untuk mempertanyakan kembali riwayat pendidikan Gibran di UTS Insearch.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali AG & APG Aichi-Nagoya 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru

Headline

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB