Ratusan Petani Gambir Akan Gelar Aksi di Kantor Bupati dan DPRD Limapuluh Kota

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Rubrikpos – Ratusan petani gambir dari berbagai kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota berencana menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan Gedung DPRD setempat, kawasan Bukik Limau, Kecamatan Harau, pada Senin, 27 Oktober 2025.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga gambir yang dinilai semakin mempersulit kehidupan para petani. Mereka menuntut perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mencari solusi atas persoalan harga komoditas andalan daerah itu.

Menurut informasi yang beredar di media sosial dalam dua hari terakhir, aksi ini akan dikoordinir oleh En Fitranes. Para petani juga telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Polres Limapuluh Kota terkait rencana kegiatan tersebut.

“Kami, petani gambir Kabupaten Limapuluh Kota, akan menggelar aksi massa untuk menuntut dan meminta Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota lebih memperhatikan kondisi masyarakat petani gambir,” tulis En Fitranes dalam surat pemberitahuan yang diterima pihak kepolisian.

Gelombang protes ini diperkirakan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah penghasil gambir di Limapuluh Kota. Para petani berharap aksi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan yang berpihak pada petani, serta menstabilkan harga gambir di pasaran.

Apakah Anda ingin saya bantu menambahkan kutipan dari pihak pemerintah daerah (misalnya Dinas Pertanian atau DPRD) agar artikelnya lebih lengkap seperti berita media profesional?

Sebelumnya diberitakan, Tidak saja permintaan yang turun, harga jual Gambir kualitas pertama juga anjlok hingga Rp. 50 ribu perkilogram, kondisi yang terjadi sejak tiga bulan terakhir ini sangat dikeluhkan oleh Toke maupun pedagang skala kecil komiditas ekspor tersebut, sebab harga yang anjlok sangat berdampak banyak pada pendapatan dan keberlanjutan usaha mereka.

Sehingga mereka berharap Pemerintah Daerah maupun pihak terkait lainnya bisa membantu persoalan yang dihadapi. Beberapa penyebab harga Gambir anjlok menurut pedagang akibat banyaknya beredar Gambir yang dicampur dengan pupuk.

Hal itu bukan isapan jempol belaka, pedagang Gambir di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota bahkan memperlihatkan langsung hasil ujicoba Gambir murni dan Gambir dicampur pupuk. Dari hasil ujicoba, sangat jelas terlihat Gambir yang dicampur pupuk dengan Gambir murni.

” Iya, kami berharap Gambir ini hendaknya jangan pakai (dicampur) pupuk hendaknya, supaya Gambir dari Kabupaten Limapuluh Kota bagus harga jualnya. Kalau Gambir dicampur pupuk memang lebih berat dibandingkan Gambir murni,” ucap Wak O,

Pedagang Gambir, Rabu 20 Agustus 2025.

Lebih jauh ia menjelaskan, umumnya Gambir dicampur Pupuk berwana coklat, sedangkan Gambir yang murni atau kualitas bagus berwarna hitam dan lebih ringan.

” Kalau Gambir yang tidak dicampur pupuk harga jualnya bisa mencapai Rp. 50 ribu keatas, kalau Gambir kuning (Campur Pupuk) Rp. 40 hingga 45 ribu perkilogramnya,” jelasnya.

Sementara terkait pupuk yang digunakan untuk Campuran Gambir adalah Jenis SP36.

” Itukan dicampur pupuk supaya berat, misalnya beratnya 50 kilogram, kalau dicampur pupuk bisa naik jadi 65 kilogram. Untuk membedakan secara kasat mata bisa kita lihat dari warna,” tukuknya.

Sementara terkait hasil ujicoba yang dilakukan, untuk Gambir yang dicampur pupuk terlihat sangat tinggi kotorannya.

” Kalau yang Gambir warna hitam spesial, orang India (pembeli) mau membeli banyak, tapi kalau yang kuning kan kurang bagus. Tadi hasil tes yang Gambir warna kuning tinggi kotorannya, entah berapa dikasih pupuk dalam satu karung, sehingga susah dijual ke Padang ataupun ke Medan Provinsi Sumatera Utara,” sebutnya.

Ia menyebut bahwa hingga saat ini praktek mencampur Gambir dengan pupuk masih dilakukan di Kabupaten.

” Masih banyak itu, pasti masih ada, bahkan ada yang dicampur tanah. Saat di pasaran akan ditolak nantinya, orang India tidak akan mau membeli yang kurang bagus.” Tutupnya.

 

HARGA ANJLOK 

Anjlok harga jual Gambir saat ini disebutkan Toke bernama Chandra. Sebelumnya harga jual sempat menyentuh harga Rp. 100 ribu untuk Gambir kualitas bagus atau nomor satu.

” Untuk saat ini harga jual Gambir turun, yang biasanya (tiga bulan lalu) kita jual Rp. 75 ribu, kini Rp. 50 Ribu per Kilogramnya untuk Gambir kualitas bagus atau nomor satu,” ucap Chandra.

Penurunan atau anjloknya harga Gambir sangat dirasakan oleh banyak pihak. Sebab sebelumnya harga jual sempat menyentuh harga Rp. 100 ribu.

” Saya rasa banyak pihak yang menjerit dengan kondisi harga saat ini. Kondisi ini sudah hampir tiga bulan, suasana tidak bagus,” ucapnya.

Sementara untuk Gambir dari daerah lainnya di luar Kabupaten Limapuluh Kota, masih bisa terjual hingga Rp. 65 ribu.

” Untuk Gambir dari Siguntua, masih sanggup dibeli dengan harga Rp. 65 ribu, kalau kita paling tinggi Rp. 50 hingga Rp. 55 ribu untuk kualitas bagus,” jelasnya.

Menurut Chandra perbedaan harga tersebut terjadi karena pembeli telah mencoba untuk memisahkan (tes) Gambir warna Coklat dan Hitam.

” Yang menjadi kendala berat untuk dijual adalah Gambir warna coklat. Mungkin pembeli juga telah pernah melakukan ujicoba terhadap Gambir Coklat dan Hitam.  Kita berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, umumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, seharusnya tidak boleh Gambir dicampur dengan zat lain.” Tutupnya. (@dy)

Berita Terkait

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Payakumbuh, Wako Zulmaeta Serahkan Beasiswa dan Apresiasi MTQ
Wako Zulmaeta Lantik 114 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya
Rawat Sinergi dengan Insan Pers, Kasat Intelkam Polres Payakumbuh Sambangi PWI Paliko
Gandeng DPR RI, Pemko Payakumbuh Perluas Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan dan Informal
Payakumbuh Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Kualitas Udara Memburuk
FK Yasin Payakumbuh Perkuat Ekonomi Anggota, 59 Pelaku UMKM Terima Bantuan
Empat Atlet Wushu Payakumbuh Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Bidik Emas
Tim Penilai Apresiasi Inovasi Sapaku di Lomba Kelurahan Tingkat Regional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Payakumbuh, Wako Zulmaeta Serahkan Beasiswa dan Apresiasi MTQ

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Wako Zulmaeta Lantik 114 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Rawat Sinergi dengan Insan Pers, Kasat Intelkam Polres Payakumbuh Sambangi PWI Paliko

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Gandeng DPR RI, Pemko Payakumbuh Perluas Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan dan Informal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Payakumbuh Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Kualitas Udara Memburuk

Berita Terbaru

Headline

Gara-gara Ijazah Gibran, Posisi Presiden Prabowo Terancam?

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:20 WIB

Headline

Ops Kepatuhan LK 2026, Polres Dumai Sita 25 Sepeda Motor

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:41 WIB