Prabowo di HUT PAN ke-28: Pemimpin Harus Paham, Sebelum Diusir Harus Mundur

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Prabowo Subianto menyinggung pentingnya kepekaan dan kesadaran diri bagi seorang pemimpin.

Ia menegaskan, pemimpin harus bisa merasakan getaran hati masyarakat dan mengetahui kapan waktunya untuk mundur.

“Seorang pemimpin harus bisa merasakan getaran hati rakyat, saya merasakan getaran hati kalian,” ujarnya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.

Prabowo menegaskan, kemampuan mendengarkan aspirasi masyarakat menjadi kunci utama kepemimpinan.

Ia berpendapat bahwa seorang pemimpin tidak boleh memaksakan kehendak pribadinya pada masyarakat yang sudah bosan.

“Jadi pemimpin harus paham bahwa sebelum didepak harus mundur,” ujarnya sebelum mengakhiri pidatonya di acara tersebut.

Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Sering Berpidato Tanpa Teks: Saya Suka Bicara Apa adanya

Dalam pidatonya di acara tersebut, Prabowo membahas berbagai hal, mulai dari bencana yang sedang terjadi di Indonesia hingga rencana perbaikan yang ingin dilaksanakan oleh pemerintah yang dipimpinnya.

Kebakaran hutan

Ia sempat menyinggung soal kebakaran hutan, di mana Prabowo mengaku mendapat laporan dari Kapolri bahwa ada 95 korporasi yang terindikasi melakukan pelanggaran dan ikut bertanggung jawab atas kebakaran hutan.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyatakan sudah menginstruksikan Kapolri mengusut belasan korporasi tersebut. Lebih lanjut, dia menegaskan akan mencabut izin korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Prabowo pun mengutarakan keinginannya untuk memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan keinginannya untuk segera membahas rencana tersebut dalam rapat terbatas (ratas) atau kegiatan lain untuk mewujudkannya.

Unduh Aplikasi KompasTV di TV Anda, kini dalam satu aplikasi untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo
Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo
Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:25 WIB

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 20:06 WIB

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Berita Terbaru