Perintah Presiden Prabowo, Mentan Amran hadir di tengah-tengah peternak Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KABARIKA.ID, BLITAR– Perintah Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir di kalangan petani dan peternak, mendengarkan permasalahan mereka, dan menyelesaikannya secara nyata terus dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Oleh karena itu, setiap petani mengemukakan suatu permasalahan, pemerintah tidak cukup hanya mendengarkan saja, namun harus memastikan ada solusi yang bisa dirasakan langsung di lapangan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Pesan inilah yang menjadi inspirasi pertemuan Mentan Amran dengan para peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi Pangan BUMN dengan Peternak Ayam Petelur Mikro Melalui Pembelian Telur Ayam dan Pendistribusian SPHP Jagung di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).

Di hadapan Menteri Pertanian Amran, para peternak menjelaskan kondisi yang mereka hadapi. Permasalahan mereka hampir sama: harga jagung yang tinggi, harga telur yang tertekan, pasokan SPHP jagung yang tidak selalu lancar, dan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha petani kecil.

Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar Blitar, Yesi Yuni Asuti mengatakan, keberadaan SPHP jagung sangat membantu petani di tengah mahalnya harga jagung di pasaran.

Menurut Yesi, harga jagung di luar SPHP terus mengalami kenaikan. Dari sekitar Rp. 7.000 per kilogram, naik menjadi Rp. 7.400, hingga mencapai Rp. 7.800-Rp. 7.900 per kilogram. Sedangkan jagung SPHP bisa dibeli petani melalui Bulog dengan harga sekitar Rp 5.000 per kilogram.

Karena itu, Yesi berharap pendistribusian jagung SPHP dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan sehingga para petani memiliki kepastian pasokan pakan.

“Kedepannya kami mohon, berdoa agar penyaluran SPHP ini semakin lancar sehingga bisa kita dapatkan dan bisa kita berikan kepada ayam-ayam kita,” ujarnya.

Masalah serupa juga dilontarkan Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin. Koperasi ini mempunyai anggota sekitar 75 orang dengan populasi ayam sekitar 250 ribu ekor dan produksi telur rata-rata 15 ton per hari.

Menurut dia, mahalnya harga jagung dan pakan ternak yang diproduksi memberikan beban besar bagi petani. Harga jagung di pasaran disebutkan mencapai Rp7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP berkisar Rp5.500 per kilogram.

“Dengan SPHP jagung hanya Rp 5.500 per kilogram, ini sangat membantu kami sebagai peternak,” ujarnya.

Selain soal pakan, Zainuddin juga berharap harga telur bisa tetap seimbang dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Harapan untuk kelanjutan program juga disampaikan oleh Eti Marlina, Koordinator Rumah Komunitas Peternak Layer BKTMT Mandiri yang meliputi Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang dan Trenggalek.

Eti menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Amran, Perum Bulog, dan seluruh jajaran atas penyaluran SPHP jagung melalui SK-1, SK-2, dan SK-3 yang telah membantu petani mikro dan kecil.

“Kami berharap pada tahun 2027 masih ada penyaluran SPHP jagung dan sebagainya,” kata Eti.

Eti mengapresiasi langkah pemerintah yang membangun kerja sama penanaman jagung antara koperasi peternak, kelompok tani, dan GAPoktan. Dalam skema ini, petani menanam jagung dan hasilnya dibeli oleh koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jika produksinya berlebihan, hasilnya bisa diserap Bulog.

“Ekosistem yang terbentuk sangat bagus karena kita membutuhkan jagung. Kalau kita tanam bersama, petani akan menanamnya melalui Gapoktan dan akan dibeli oleh koperasi kita. Dan bila koperasi kita sudah mencukupi, bisa dibeli oleh Perum Bulog,” jelas Eti.

Menurutnya, pola ini memberikan solusi yang lebih permanen karena petani memiliki kepastian pasar, sedangkan peternak memiliki sumber pasokan jagung yang lebih aman.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah sedang membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Petani jagung dan peternak akan terhubung dalam satu rantai usaha melalui koperasi.

“Petani jagung dan peternak membentuk koperasi. Mereka diberikan benih gratis dari pemerintah, dan setelah tumbuh juga dipompa dengan peralatan mesin, sesuai kemampuan APBN kita,” kata Mentan Amran.

Setelah panen, jagung dibeli oleh koperasi petani untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jika terjadi kelebihan produksi, Bulog akan menyerap dan menyimpannya agar dapat digunakan kembali saat petani membutuhkannya.

“Agar kedepannya tidak terjadi kekurangan pangan dari jagung,” tegasnya.

Selain solusi jangka panjang, pemerintah juga memastikan permasalahan mendesak di lapangan segera teratasi. Menteri Pertanian Amran sebelumnya meminta jajarannya mempercepat pelayanan SPHP jagung kepada petani yang membutuhkan.

Bagi peternak, respon cepat ini penting karena permasalahan pakan berkaitan langsung dengan kelangsungan usaha. Mereka tidak hanya membutuhkan kebijakan, namun juga kepastian bahwa kebijakan tersebut benar-benar berhasil.

Menteri Pertanian Amran mengatakan, pemerintah akan terus mendengarkan dan menyelesaikan permasalahan yang disampaikan para petani dan peternak. Dia menegaskan, ketika masyarakat datang membawa masalah, pemerintah tidak boleh menghindar.

“Kalau ada petani yang berteriak-teriak dalam bentuk demonstrasi atau sendirian, kita tidak pernah menghindarinya. Pasti kita temui. Kita sebagai bapak harus bertanggung jawab di dunia. Jangan dituntut di akhirat,” kata Mentan Amran.

Mentan menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan pemerintah, mulai dari menjaga pasokan SPHP jagung, memperkuat penyerapan produk petani, membangun ekosistem pemulia jagung, hingga memastikan permasalahan petani ditindaklanjuti, merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo.

Ini tentang bagaimana kita menghadirkan dan menyelesaikan permasalahan petani dan peternak. Kita laksanakan karena ini perintah Presiden,” tegas Mentan Amran.

Menurut dia, pemerintah harus memastikan tatanan ini benar-benar dirasakan hingga ke tingkat petani dan peternak, bukan hanya sekedar kebijakan di atas kertas.

“Yang bagus bukan pidato, tapi ada bantuannya,” pungkas Mentan Amran.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Basarnas Kerahkan RIB dan Tujuh Personel Cari Kru Kapal Putra Bugis yang Hilang di Laut Jawa – Kalimantan Kita
Update jadwal dan daftar Hp Xiaomi, Redmi & Poco yang bisa mendapatkan HyperOS 4
9 Hakim MK Gugatan Ijazah Gibran Tak Melanggar Etika, MKMK Singgung Fenomena Peradilan Dunia
Anies Baswedan Beri Kabar Duka…
Cari ABK yang Hilang di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Kapal Cepat – Laut Jawa
Harga Perhiasan Emas Hari Ini Kamis 5 November 2026 Simak Updatenya
KPK Panggil Pj Bupati Klaten Sebagai Saksi Kasus Suap
Baskara Putra tak masalah menjadikan lagunya sebagai backsound demonstrasi di media sosial: Okezone Celebrity
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:06 WIB

Perintah Presiden Prabowo, Mentan Amran hadir di tengah-tengah peternak Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan

Kamis, 5 November 2026 - 16:45 WIB

Basarnas Kerahkan RIB dan Tujuh Personel Cari Kru Kapal Putra Bugis yang Hilang di Laut Jawa – Kalimantan Kita

Kamis, 5 November 2026 - 16:25 WIB

Update jadwal dan daftar Hp Xiaomi, Redmi & Poco yang bisa mendapatkan HyperOS 4

Kamis, 5 November 2026 - 16:05 WIB

9 Hakim MK Gugatan Ijazah Gibran Tak Melanggar Etika, MKMK Singgung Fenomena Peradilan Dunia

Kamis, 5 November 2026 - 15:45 WIB

Anies Baswedan Beri Kabar Duka…

Berita Terbaru

Headline

Anies Baswedan Beri Kabar Duka…

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:45 WIB