[ad_1]
Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah yang tidak dapat dihuni (RTLH) kepada 73 keluarga di Kota Payakumbuh.
Menurut target nasional untuk membangun 3 juta rumah sebagai bagian dari visi pembangunan yang menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak dan sehat.
Sebagai bentuk dukungan untuk agenda, pemerintah kota Payakumbuh membagikan bantuan stimulan peningkatan RTLH kepada 73 keluarga yang tersebar di lima distrik.
Dan setiap rumah menerima bantuan RP. 30 juta bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“Program ini adalah bagian dari kontribusi regional dalam keberhasilan Asta Cita Presiden, terutama pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat,” kata kepala Area Perumahan Umum dan Pemukiman Kota Payakumbuh (PKP), MARTA Minanda, selama Sosialisasi Program di Barat Provinsi Barat Provinsi dan Pelatihan Kesehatan Hewan, Rabu).
“Kami ingin memastikan bahwa program nasional ini benar -benar menyentuh yang paling membutuhkan masyarakat,” katanya.
Menurut Marta, bantuan ini adalah stimulan, sehingga partisipasi masyarakat melalui self -help sangat diharapkan. Partisipasi dapat dalam bentuk tenaga kerja, bahan bangunan, untuk dukungan logistik lainnya.
“Ini bukan masalah membangun dinding dan atap. Ini tentang membangun kehidupan yang lebih sehat, lebih layak dan lebih manusiawi,” katanya.
Dia menegaskan, dana bantuan tidak boleh digunakan untuk tujuan lain. Kantor PKP akan melakukan pengawasan yang ketat dan siap menghentikan bantuan jika penyimpangan ditemukan.
Sejumlah penerima program juga diprioritaskan dari keluarga yang berisiko terkendali. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga menjadi intervensi pada masalah kesehatan anak -anak dan kualitas hidup keluarga miskin.
Untuk memastikan implementasi yang transparan, pemerintah daerah melibatkan fasilitator lapangan (TFL) yang akan membantu setiap kelompok penerima.
TFL ditugaskan untuk memberikan arahan teknis, mengawasi proses pengembangan, untuk memastikan akuntabilitas akhir.
Selain itu, kepala perumahan Murdifin, menjelaskan bahwa bantuan ini menjadi perantara untuk membentuk budaya kerja sama timbal balik di masyarakat.
“Melalui skema kelompok penerima bantuan (KPB), penduduk diundang untuk bekerja sama. Tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan transparansi,” katanya.
Dia berharap bahwa program ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi bintik -bintik kumuh dan membawa perubahan konkret dalam kualitas hidup rakyat.
“Melalui program ini, kualitas perumahan komunitas Payakumbuh terus meningkat, bintik -bintik kumuh berkurang, dan keluarga yang telah tinggal di tempat yang tidak dapat merasakan kehidupan yang lebih sehat,” pungkasnya.
[ad_2]
RubrikPos.com Network















