[ad_1]
Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh (Pemko) Bersama dengan fondasi intensitas kegiatan guru dari Al Qur'an dan Hadis (Ikpah) Indonesia memegang Da'Wah Safari dan kisah -kisah inspirasional dan dana untuk pembangunan Sekolah Badan Papan Islam Indonesia dan Palestina, Sabtu (17/5)
“Safari da'wah adalah sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menyebarkan nilai -nilai kebaikan. Kami sepenuhnya mendukung inisiatif semacam itu sebagai bagian dari pengembangan karakter orang -orang agama dan bangsawan,” kata staf ahli walikota Payakumbuh Herlina.
Kegiatan yang terjadi di Gor M. Yamin menyajikan kisah inspirasional dari seorang mantan seniman yang sekarang memilih jalan Da'wah. Acara ini dihadiri oleh ratusan penduduk dengan organisasi/kelompok wanita di Kota Payakumbuh.
Dia mengatakan kegiatan ini diadakan selain memperkuat persahabatan, juga untuk memperdalam pengetahuan agama, serta menumbuhkan rasa masalah sosial dan kemanusiaan.
“Saya sangat menghargai inisiatif mulia dalam bentuk penggalangan dana untuk pembangunan sekolah asrama Islam Indonesia (Ikpah pesantren), serta bantuan untuk saudara -saudara kita di Palestina yang masih dalam penderitaan karena kolonialisme dan konflik yang berkepanjangan,” katanya.
Di tengah -tengah kemajuan waktu yang sangat cepat saat ini, pendidikan agama yang layak adalah hak utama dan akses untuk semua orang. Tanpa kecuali saudara -saudara kita yang memiliki keterbatasan.
“Mari kita dukung pembangunan pesantren ini, sehingga saudara -saudara kita mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga mereka dapat mencapai impian mereka nanti,” kata Herlina.
Herlina mengimbau semua penyembah yang hadir untuk tidak melupakan sejarah Negara Palestina. Negara yang penuh dengan sejarah dan berkah sekarang menyebut hari hati nurani kita, apa pun yang bisa kita berikan, tidak peduli seberapa kecil. Dan itu akan sangat berarti bagi saudara -saudara kita di Palestina, “tambahnya.
Kisah kehidupan membalikkan arah, dari dunia hiburan ke jalan Da'wah.
Sorotan acara adalah sesi motivasi oleh Dewi Yul, yang pernah dikenal sebagai figur publik di dunia hiburan sebelum memutuskan untuk bermigrasi menjadi pengkhotbah. Dengan ketulusan penuh, ia berbagi pengalamannya tentang tikungan dan pergantian kehidupan sebelumnya yang jauh dari agama, sampai akhirnya menemukan bimbingan dan memilih untuk mengabdikan dirinya di Da'wah.
“Di masa lalu, saya terjebak di dunia yang berkilau di dunia yang menipu. Tetapi, Tuhan memberi bimbingan, dan sekarang saya ingin mengundang lebih banyak orang untuk kembali ke jalannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Eni Muis Zulmaeta sangat antusias mendengarkan apa yang dibuat oleh Dewi Yul. Dia mengaku merasa sangat termotivasi setelah mendengarkan Tausiyah -nya.
“Kisah Bunda Dewi Yul sangat menyentuh. Ini adalah bukti bahwa perubahan untuk yang lebih baik selalu mungkin, selama kita ingin membuka hati kita,” katanya.
Eni berharap bahwa kegiatan NII dapat terus diadakan untuk memperkuat iman dan perawatan sosial masyarakat. Hadir pada kesempatan itu adalah ketua Gow, Yeni Elzadaswarman, staf ahli untuk ekonomi dan pengembangan, Elfriza Zaharman, serta beberapa pejabat lain dalam pemerintah kota Payakumbuh.
[ad_2]
RubrikPos.com Network















