Menu MBG Disorot, Orang Tua Dorong Variasi Protein Hewani Tak Hanya Ayam dan Telur

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy




Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan hanya soal kecukupan gizi, tapi juga variasi menu dan dampaknya terhadap harga pangan. –FOTO: Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini juga membahas tentang kecukupan gizi yaitu variasi menu dan dampaknya terhadap harga pangan. Selama ini menu protein hewani lebih banyak terdiri dari ayam dan telur, jarang sekali ikan. Tingginya permintaan telur dan daging ayam untuk menu MBG konon dirasakan oleh pelaku usaha kecil pangan yang kini harus menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Seorang perempuan pedagang gudeg jajanan pinggir jalan di sekitar Alun-Alun Banyuraden, Gamping, Sleman, yang enggan disebutkan namanya, mengaku berada dalam posisi sulit. Kenaikan harga jual pangan dikhawatirkan akan memicu keluhan pelanggan, sedangkan mempertahankan harga lama akan membuat keuntungan semakin tipis.

“Kalau harga telur naik, kami ingin menaikkan harga jualnya agar pelanggan mengeluh. Tapi kalau harganya tetap, keuntungan kami berkurang,” ujarnya kepada Disway Jogja, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, telur merupakan salah satu bahan penting dalam masakan gudeg sehingga perubahan harga telur berdampak langsung terhadap biaya produksi sehari-hari.

BACA JUGA: Hingga Saat Ini Ratusan Siswa MBG Keracunan di Sleman, Caksana Institute Soroti Perda yang Cocok untuk Anak

BACA JUGA: Kepala SPPG Dlingo Bantul Minta Maaf Usai Video Staf yang Diduga Ejek Korban MBG Viral

Persoalan harga telur juga menjadi salah satu kekhawatiran dalam pelaksanaan program MBG. Di sisi penerima manfaat, orang tua juga mulai menyoroti keragaman sumber protein hewani yang disajikan dalam menu.

Rindi Astika Yuliana, ibu sekaligus guru di kampus swasta Yogyakarta, mengatakan anaknya termasuk salah satu penerima menu MBG. Ia menilai menu yang disajikan masih sering menggunakan ayam dan telur, sedangkan ikan relatif jarang disajikan.

“Hampir tidak pernah ada menu sehat yang bervariasi, apalagi ikan. Padahal protein hewani dari ikan juga sangat baik untuk tumbuh kembang anak,” kata Rindi.

Menurut Rindi, memvariasikan sumber protein penting dilakukan agar anak mendapat asupan gizi yang lebih beragam. Ikan, kata dia, harus menjadi salah satu menu pilihan dalam program MBG, bukan hanya ayam dan telur.

BACA JUGA: Hasil Tes Lab MBG di SMK Negeri 2 Jogja Masih Ditunggu, Hanya 3-5 Siswa yang Mengalami Diare

BACA JUGA: 413 Orang di SMK Negeri 2 Yogyakarta Mengeluh Mual dan Diare Usai Makan MBG

Di sisi lain, peningkatan kebutuhan telur melalui program skala besar seperti MBG memang dapat memberikan peluang bagi peternak karena permintaan meningkat. Namun kondisi ini juga dapat memberikan tekanan pada pelaku usaha pangan yang setiap harinya membutuhkan telur sebagai bahan bakunya.

Situasi ini menunjukkan bahwa program MBG memberikan dampak yang cukup luas, tidak hanya bagi anak penerima manfaat, namun juga bagi para peternak, pedagang makanan, dan usaha kecil kuliner.

Periksa berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber:

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pria Pembawa Senjata Tajam Saat Demo di Jogja Ditangkap Polda DIY
Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Pria Pembawa Senjata Tajam Saat Demo di Jogja Ditangkap Polda DIY

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Berita Terbaru