Media Kebudayaan Indonesia | Respons Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ketua Bakom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Keutuhan Bangsa

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Banding tersebut menanggapi kasus penyadapan yang diduga dilakukan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban umum, dan keutuhan negara,” kata Syahganda, Kamis (5/11).

Syahganda menegaskan, kita tidak boleh membiarkan ambisi kekuasaan membuat masyarakat menoleransi politik yang busuk, tidak bermoral, dan dapat memecah belah persatuan kita.

“Hendaknya seluruh elemen bangsa mendukung Presiden dan Polri dalam upaya menindak tegas dan menjaga ketertiban masyarakat,” kata Syahganda.

Menurutnya, setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan wibawa Presiden harus diusut secara obyektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Syahganda menegaskan, penegakan hukum harus menjadi landasan utama.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindak pidana penyadapan, penghapusan barang bukti elektronik, dan akses ilegal yang menurutnya menyasar dirinya.

Selain Presiden, penyadapan disebut menyasar sejumlah pejabat negara, pimpinan partai politik, dan tokoh organisasi kemasyarakatan. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Prasetyo, Presiden menilai tudingan tersebut mengkhawatirkan karena melibatkan lembaga di bawah presiden.

“Beliau sangat prihatin. Lembaga-lembaga di bawah Presiden kemudian melakukan upaya seperti itu (penyadapan). Tentu sangat memprihatinkan. Sekali lagi sangat mengkhawatirkan kepentingan kita semua,” kata Prasetyo.


Menurut dia, dugaan penyadapan kepala negara dan pemimpin negara berpotensi melibatkan informasi sensitif. Informasi tersebut jika disalahgunakan dapat merugikan kepentingan bangsa.

***

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Terpopuler: Demo Boikot Ruben Onsu di Depan Gedung TV, Kiky Saputri dan Jerome Jadi Sorotan
Jokowi meminta masyarakat menghormati keputusan MA terkait ijazah Gibran
Soal Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Proses Konstitusi
KAI Daop 7 Madiun Meluruskan Video Viral Tenda Perayaan di Jalur PT INKA Langsiran
5 lembaga CPNS lulusan SMA, ada jaksa dan Basarnas dengan ribuan formasi
Aplikasi Identitas Kependudukan Digital Versi Terbaru Sebagai Solusi Lupa PIN dan OCR
Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Pangan, Malut Masih Bergantung pada Pasokan Luar
Potret pecahnya demonstrasi besar-besaran, mahasiswa dan pekerja memblokir jalan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 01:05 WIB

Media Kebudayaan Indonesia | Respons Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ketua Bakom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Keutuhan Bangsa

Jumat, 6 November 2026 - 00:45 WIB

Terpopuler: Demo Boikot Ruben Onsu di Depan Gedung TV, Kiky Saputri dan Jerome Jadi Sorotan

Jumat, 6 November 2026 - 00:25 WIB

Jokowi meminta masyarakat menghormati keputusan MA terkait ijazah Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 00:05 WIB

Soal Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Proses Konstitusi

Kamis, 5 November 2026 - 23:45 WIB

KAI Daop 7 Madiun Meluruskan Video Viral Tenda Perayaan di Jalur PT INKA Langsiran

Berita Terbaru

Headline

Soal Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Proses Konstitusi

Jumat, 6 Nov 2026 - 00:05 WIB