Loyalis Jokowi: Dulu Butuh Gibran untuk Bikin Koalisi Utuh dan Menang, Kini Tertinggal Sendiri

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Pegiat Media Sosial dan Loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) Dede Budhyarto menyoroti perubahan sikap politik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mempertanyakan sikap partai-partai yang dulunya membutuhkan politisi muda tersebut, namun kini ia yakin mereka membiarkan wakil presiden menghadapi masalah politik sendirian.

Dede melihat adanya paradoks dalam dinamika ini. Saat kontestasi Pilpres berlangsung, kehadiran wakil presiden dinilai penting untuk menjaga keutuhan koalisi dan memperbesar peluang kemenangan. Namun, setelah P berhasil memenangkan pemilu, keadaan dianggap berubah.

Baca juga: Tunjukkan Kartu Anggota, Gerindra Tanggapi Keputusan Jokowi Lebih Memilih Gabung PSI

“Logikanya bengkok. Tadinya dia perlu koalisi utuh, menang & terbukti menang, sekarang dibiarkan saja. Apakah capres sendiri tanpa wakil presiden bisa dipastikan menang?” kata Dede, dikutip Senin (28/9/2026).

Menurutnya, peran Gibran dalam konfigurasi politik menjelang pemilu presiden sebelumnya tidak bisa dilupakan begitu saja. Kehadiran putra Jokowi sebagai calon wakil presiden menjadi salah satu bagian dari terbentuknya pasangan Prabowo-Gibran.

Namun Gibran sendiri kini menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, Dede mempertanyakan mengapa dukungan politik terhadap dirinya tidak tampak sekuat pada masa kontestasi.

“Setelah menang, kamu kembali seperti pendukung garis keras. Kamu lupa bagaimana cara menang. Asyiknya menikmati hasil setelah menang,” kata Dede.

Dede menilai kelompok yang sejak awal mendukungnya memiliki sikap yang berbeda dengan kelompok yang menurutnya baru kembali memberikan dukungan setelah kemenangan diraih.

“Dari awal kita tetap satu barisan. Yang lupa tanahnya kalian pendukung teroris palsu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi buka suara terkait minimnya dukungan terhadap wakil presiden dalam urusan hukum dengan menegaskan hubungan presiden, wakil presiden, dan partai koalisi masih berjalan baik.

Sebenarnya tidak ada. Hubungan Mas Gibran, Pak Prabowo, dan partai koalisi baik-baik saja dan bersahabat, kata Dedek.

Persoalan ijazah Gibran sendiri bermula dari gugatan yang dilayangkan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana. Gugatan tersebut mempertanyakan dugaan ketidaklengkapan atau keabsahan syarat pendidikan Gibran pada pemilu 2024.

Salah satu yang dipertanyakan adalah persyaratan pendidikan minimal calon presiden dan wakil presiden. Para pelamar menilai terdapat kendala terkait pemenuhan persyaratan pendidikan setingkat SMA atau sederajat.

Atas permasalahan tersebut, para pemohon meminta pengadilan mengambil sejumlah tindakan. Salah satunya adalah mendiskualifikasi Gibran.

Baca juga: PSI Sebut Mahfud Lebih Tepat Gugat Gibran, Berbeda dengan Denny Indrayana

Tak berhenti sampai disitu, gugatan juga meminta agar keputusan menang dibatalkan. Pemohon juga meminta pembatalan pelantikan yang dilakukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali AG & APG Aichi-Nagoya 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru

Headline

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB