[ad_1]
Routerpost
,
Jakarta
– Rusak
pembuluh darah
Adalah salah satu situasi kesehatan serius yang berpotensi membahayakan kehidupan. Namun, situasi ini dapat dicegah, termasuk individu yang memiliki riwayat stroke di masa lalu.
Demikianlah kata dokter penyakit hemato-satuo-satu-satu-satu-satu-in-onmologi medis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Andhika Rachman. Dia menyebutkan bahwa situasinya adalah sebagai berikut:
rusak
Pembuluh darah sangat mungkin dicegah bahkan pada individu yang telah menjalani pengobatan stroke sebelumnya.
“Pecahnya pembuluh darah adalah suatu kondisi yang dapat dihindari, termasuk untuk individu yang telah mengalami serangan stroke. Hal -hal penting dalam kasus ini melibatkan kontrol tekanan darah, gaya hidup yang bermanfaat, dan pemeriksaan berkala, terutama untuk orang tua,” kata Andhika, Jumat, 11 April 2025, mengatakan berdasarkan kutipannya.
Di antara
.
Apa itu stroke hemoragik?
Andhika menekankan bahwa secara medis, istilah pecahnya pembuluh darah biasanya mengacu pada stroke hemoragik. Ini adalah jenis stroke yang muncul ketika ada kebocoran atau kerusakan pada pembuluh darah di otak, yang berdampak pada pendarahan di jaringan otak.
Pendarahan mengganggu aliran darah yang biasa ke otak dan mencegah bagian dari mendapatkan nutrisi seperti darah dan oksigen yang dibutuhkan untuk tetap hidup dan bekerja dengan baik. Selain itu, stroke meningkatkan tekanan di otak, yang dapat merusak menyebabkan kematian dalam sel otak.
Faktor risiko termasuk hipertensi jangka panjang, aneurisma otak yang berpotensi pecah kapan saja, atau malformasi arteriovenosa sejak lahir.
Pembuluh darah yang rusak dapat dipicu oleh trauma pada kebenaran atau tersandung, terutama pada orang tua yang memiliki pembuluh darah yang lemah, konsumsi obat antikoagulan, ditambah dengan kadar kolesterol tinggi dan gaya hidup yang tidak menguntungkan yang menyebabkan kondisi darah merekam lebih buruk.
Situasi ini termasuk dalam kategori darurat karena dapat menyebabkan kerusakan pada otak dengan sangat cepat. Dia menambahkan bahwa ada dua jenis dasar serangan stroker, yaitu stroke iskemik yang sekitar 80-85% disebabkan oleh penghambatan sirkulasi darah ke otak, serta stroke hemoragik sekitar 15-20% karena adanya fraktur dalam pembuluh darah di daerah otak.
“Kedua kondisi ini dapat mengganggu otak fungsional, tetapi stroke karena fraktur vena biasanya lebih serius dengan tingkat kematian yang lebih tinggi,” jelas Andhika.
Pencegahan pembuluh darah yang rusak
Pencegahan pecahnya pembuluh darah pada mereka yang menderita stroke dapat dijalankan dengan memeriksa tekanan darah secara berkala setidaknya sebulan sekali, selalu menggunakan obat antihipertensi, dan melakukan pemeriksaan jantung, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol setiap 3 hingga 6 bulan.
Andhika menekankan pentingnya mempertahankan diet dengan pilihan makanan berkalori rendah, kaya serat, dan mengandung cukup protein. Selain itu, penekanannya juga merupakan kebutuhan untuk hidrasi yang cukup dan mengendalikan konsumsi garam, terutama bagi mereka yang memiliki catatan medis tentang tekanan darah tinggi.
Pemeriksaan kesehatan pembuluh darah di otak harus dilakukan secara berkala ketika mengunjungi ahli saraf atau kedokteran internal, terutama jika Anda memiliki catatan medis aneurisma atau menderita stroke.
Selain perawatan medis, upaya untuk mencegah pendarahan vena yang mematikan pada orang tua juga dapat dilakukan melalui aspek psikologis dan sosial. Ini termasuk partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan kasual yang menghibur untuk mempertahankan kesadaran mental dan interaksi sosial tetap hidup. Selain itu, melakukan latihan gerakan ringan secara teratur seperti berjalan di pagi hari sangat dianjurkan.
Pendidikan keluarga juga diperlukan sehingga mereka dapat memberikan bantuan.
tua
“Dalam merawat kesehatan secara keseluruhan,” katanya.
[ad_2]
RubrikPos.com Network















