Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Akui Sudah Bergabung Sejak Oktober 2025

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi saat menghadiri konsolidasi kader di Bandung, Jawa Barat. Foto: Ist

BANDUNG — Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya terang-terangan menunjukkan posisi politiknya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saat menghadiri konsolidasi kader di Bandung, Jawa Barat, Jokowi bahkan memamerkan Kartu Anggota (KTA) PSI yang dibawanya.

Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sekaligus pelantikan pengurus PSI Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Mengenakan ikat kepala Sunda dan kemeja putih, Jokowi disambut hangat ribuan kader PSI. Turut hadir Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Ketua Harian Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina Grace Natalie, serta anggota Dewan Pembina Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappasessu.

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI.

Agar seluruh jajaran pengurus PSI mulai dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT mengetahui bahwa saya telah bergabung dalam keluarga besar PSI, kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu kemudian mengungkapkan dirinya resmi bergabung dengan PSI pada 14 Oktober 2025.

“Itu setahun lalu, banyak yang tidak percaya,” ujarnya.

Untuk mempertegas pernyataannya, Jokowi mengangkat KTA PSI di hadapan para kader.

“Masih belum jelas? Nih, sekarang saya buka saja kartu anggotanya. Di situ tertulis nama Joko Widodo, nomor anggota, S337220257777777. Entah kenapa yang nomor tujuh banyak sekali,” ucapnya sambil tertawa.

Pernyataan tersebut langsung disambut sorak-sorai dan teriakan nama Jokowi dari para kader.

Jokowi juga mengingatkan kader PSI untuk tidak sekadar membangun struktur organisasi. Menurut dia, struktur partai harus aktif bergerak dan hadir di masyarakat.

“Yang terpenting strukturnya harus hidup, bekerja, harus mampu membangun jaringan komunitas olah raga, budaya, buruh dan lainnya,” tegasnya.

Ia juga meminta kader PSI mempererat komunikasi dengan tokoh agama, pemuda, perempuan, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan sosial seperti pengabdian kepada masyarakat dan gotong royong juga dinilai penting untuk membangun kedekatan dengan warga.
“Di depan pintu masyarakat, kader PSI harus hadir,” ujarnya.

Jokowi juga menyebut PSI berpeluang berkembang menjadi partai besar. Menurutnya, meski merupakan partai baru, namun eksistensi PSI mulai diperhitungkan.
“Sekarang masyarakat banyak yang takut. Masyarakat dan partai baru takut, tapi walaupun partai baru hati-hati, nanti jadi partai besar,” kata Jokowi.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali kemudian membeberkan rencana pengukuhan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PSI. Pelantikan rencananya dilakukan saat Rakernas dan HUT PSI di Surabaya, 16 November 2026.

Nantinya akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina, kata Ali.

Ali menambahkan, keterlibatan Jokowi dalam berbagai kegiatan konsolidasi PSI di sejumlah daerah kini semakin terlihat setelah status keanggotaannya diumumkan ke publik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana mengatakan bergabungnya Jokowi menjadi momentum penting bagi partainya menghadapi Pemilu 2029.
“Kami semakin optimis PSI akan memenangkan pemilu 2029,” ujarnya.

Dari kubu Partai Gerindra, Ketua Dewan Kehormatan DPP Gerindra Ahmad Muzani menilai keputusan Jokowi bergabung ke partai politik merupakan bagian dari hak politik setiap warga negara.

“Hak warga negara dalam berpolitik. Saya kira siapapun berhak mendapatkan hak politik itu,” kata Muzani di Gedung Merdeka, Bandung, Minggu (27/9/2026).

Pengamat politik Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai pernyataan Jokowi terkait PSI berpotensi menjadi partai besar bisa dibaca sebagai pesan politik kepada partai lain.
“Kalau dari luar, kata Jokowi, ini partai baru, tapi hati-hati karena akan menjadi partai besar, jelas psywar politik kepada partai-partai di parlemen,” kata Agung.

Menurut dia, bagi internal PSI, keterbukaan Jokowi terkait status keanggotaannya bisa menjadi dorongan moral bagi pengurus dan simpatisan.

Sementara itu, Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah Adi Prayitno mempertanyakan anggapan partai-partai di parlemen merasa terancam dengan langkah Jokowi.

“Benarkah ada yang takut? Siapa? Kalau yang dimaksud dengan ketakutan adalah partai parlemen, sepertinya partai parlemen hanya bersikap low profile saja,” tulis Adi melalui akun X, dikutip Minggu (27/9/2026).


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali AG & APG Aichi-Nagoya 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru

Headline

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB