Wartawan : Tri Agustini | Redaktur: Buniyamin
SAMARINDA – Operasi pencarian siswa SMP berusia 13 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Mangkupalas, Samarinda Seberang memasuki hari kedua pencarian, Rabu (7/10/2026).
Tim SAR gabungan memperluas metode pencarian dengan menurunkan alat untuk mencari kemungkinan korban atau benda yang tersangkut di bawah permukaan sungai.
Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Aries Setiawan mengatakan, pencarian dimulai pukul 07.00 WITA. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menurunkan alat catok untuk melakukan pencarian bawah air.
Tadi pagi kita turunkan alat penelitiannya. Kemungkinan ada korban yang terjebak di bawah air, visetnya kita turunkan, kata Aries.
Penggunaan alat ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi sekitar lokasi kejadian yang dilaporkan terdapat satwa liar. Oleh karena itu, proses pencarian dilakukan dengan menggunakan metode yang memungkinkan personel tetap berada di permukaan.
Aries menjelaskan, alat tersebut bekerja dengan sistem penyapuan. Personel yang berada di permukaan mengoperasikan alat menyerupai kail untuk menyisir area yang diduga ada korban.
Selain pencarian menggunakan alat, tim juga melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dan memperluas pencarian ke arah tertentu mengikuti kondisi sungai.
Upaya lain dilakukan tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan melakukan putaran menggunakan perahu. Teknik ini digunakan untuk membantu jika ada benda atau korban yang mungkin tersangkut di bawah permukaan.
“Misalnya ada benda yang terjebak di bawah, dengan putaran arus di ujung putaran arus maka benda tersebut akan terlempar. Sehingga benda yang dilempar itu bisa muncul ke permukaan,” jelasnya.
Operasi pencarian tersebut melibatkan unsur SAR gabungan bersama sekitar 26 relawan. Tim masih melakukan pencarian di kawasan Sungai Mahakam sekitar lokasi kejadian.
Pelajar tersebut sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Mangkupalas, Jalan Tanjung Aru, Gang Awang Abdullah, RT 14, Kampung Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Selasa (6/10/2026) sore.
Hingga pencarian hari kedua, tim SAR masih berupaya mencari korban dengan menggabungkan metode pencarian permukaan dan pencarian bawah air.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














