Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto perlu dilihat sebagai isu serius yang berpotensi terkait makar. Ia menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan kekuatan dalam negeri, bukan sekedar ancaman dari pihak asing.
“Itu makar. Jadi ternyata yang selama ini Pak Prabowo katakan ada antek asing, ternyata ada asing di dalamnya,” kata Effendi dalam program Suara Rakyat di iNews TV.
Pernyataan Effendi itu disampaikan di tengah penyidikan kasus dugaan penyadapan nomor telepon Presiden Prabowo yang melibatkan tiga tersangka dari Polri. Mereka adalah mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.
Kasus ini menarik perhatian karena penyadapan tersebut diduga menyasar kepala negara secara langsung dan dilakukan tanpa prosedur yang benar. Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap sejumlah nomor telepon diduga masuk ke server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa verifikasi.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga menilai dugaan penyadapan Presiden terkait makar. Ia mempertanyakan tujuan penyadapan kepala negara jika bukan untuk kepentingan tertentu.
Baca juga: Mahfud MD: Listyo Sigit Cs Terancam Hukuman Mati Jika Terbukti Lakukan Makar Lewat Penyadapan
Mahfud pun mengungkit sejumlah dinamika politik, mulai dari pernyataan Connie Rahakundini Bakrie terkait isu masa jabatan Prabowo hingga dugaan skenario demonstrasi buruh yang disebut-sebut melibatkan peran Gibran.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago meminta penyidik tidak berhenti pada identifikasi ketiga tersangka. Dia mendesak aparat mengungkap pihak yang diduga memberi perintah kepada Listyo Sigit.
Meski sejumlah tokoh menilai kasus tersebut kemungkinan berkaitan dengan makar, namun penilaian tersebut belum menjadi kesimpulan hukum. Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan sejauh ini belum ada indikasi kuat makar.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














