Payakumbuh – Sebanyak 11 ibu hamil di Kota Payakumbuh mendapat pelayanan kesehatan langsung dari Wali Kota Zulmaeta di RSUD Adnaan WD, Rabu (28/05/2025) lalu.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Wali Kota Payakumbuh yang hari itu memilih berkantor di rumah sakit milik daerah tersebut.
Pemeriksaan dilakukan di ruang poliklinik kebidanan, tempat Zulmaeta menjalankan aktivitasnya selama sehari.
Dalam kunjungan itu, ia turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Wawan Sofianto serta sejumlah pejabat teknis lainnya.

Kepada para ibu hamil, Zulmaeta menyampaikan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin sebagai upaya untuk mencegah risiko komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.
“Saya ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi ibu hamil benar-benar optimal. Ini kelompok yang butuh perhatian khusus,” kata Zulmaeta di Payakumbuh (01/06/2025).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah faktor seperti kekurangan energi kronis (KEK), hipertensi dalam kehamilan (HDK), dan anemia berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak.
Selain itu, usia ibu, tingkat pendidikan, dan jarak antar kehamilan juga turut memengaruhi.

Zulmaeta juga menekankan pentingnya pemeriksaan fetomaternal sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap masalah kehamilan yang dapat berdampak jangka panjang.
“Tujuan pemeriksaan ini adalah memastikan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan, serta mempersiapkan proses persalinan yang aman,” ujarnya.
Angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB), serta prevalensi stunting memang masih menjadi perhatian nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, AKI pada 2024 ditargetkan berada di angka 183 per 100.000 kelahiran hidup, dan AKB sebesar 16 per 1.000 kelahiran hidup. Target prevalensi stunting secara nasional berada di angka 19,8 persen.
Namun, di Sumatera Barat, prevalensi stunting justru mengalami peningkatan 1,2 persen menjadi 24,9 persen. Sementara di Kota Payakumbuh pada tahun 2024, tercatat dua kematian ibu, 18 kematian bayi, dan 198 anak mengalami stunting.
“Salah satu penyebab tertinggi kematian ibu dan bayi adalah komplikasi selama kehamilan, hipertensi, bayi lahir dengan berat rendah, asfiksia, dan kelainan bawaan. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting,” tegas Zulmaeta.

Sementara itu, Direktur RSUD Adnaan WD, Elfitrimelly, menyambut baik kunjungan kepala daerah tersebut. Ia mengatakan bahwa kehadiran Wali Kota turut memberi motivasi bagi jajaran tenaga medis untuk terus meningkatkan pelayanan.
“Kunjungan beliau memberikan semangat baru bagi kami. Ini bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Elfitrimelly.
Seorang ibu hamil Aci (27) yang turut diperiksa mengaku terkejut dan senang bisa mendapat layanan langsung dari kepala daerah.
Ia merasa mendapat perhatian lebih dan termotivasi untuk lebih rajin melakukan pemeriksaan rutin.
“Saya tidak menyangka bisa diperiksa langsung oleh Pak Wali. Beliau juga sempat bertanya soal kondisi saya dan memberi saran. Rasanya lebih percaya diri menjalani kehamilan,” tuturnya. (red)















