Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Kerja Nyata Pemerintah untuk Negara, Rabu (21/10/2026)./Sekretariat Presiden BPMIrnrn
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih banyak kekurangan. Pemerintah berjanji akan memperbaiki tata kelola program, sementara pengawasan diperketat melalui penindakan pelanggaran dan pengembangan kamera pengintai berbasis kecerdasan buatan (AI).
Prabowo menegaskan, MBG tetap menjadi program strategis karena terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masa depan anak Indonesia. Hal itu disampaikannya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/10/2026).
“MBG itu strategis, MBG vital. Kami akui banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Sudah 13 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 203 orang sedang diperiksa Kejaksaan Agung,” kata Prabowo.
Prabowo meminta tindakan tegas terhadap pelanggaran MBG
Prabowo memastikan pemerintah tidak segan-segan mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan kewenangan atau anggaran dalam pelaksanaan program makan bergizi bagi anak sekolah.
Dalam evaluasi penegakan disiplin, ratusan personel dan pengelola program dikenakan sanksi administratif hingga pemecatan tidak hormat karena pelanggaran prosedur. Pengawasan ini melibatkan lembaga pengawas internal dan aparat penegak hukum untuk membersihkan rantai pasok MBG dari praktik penipuan.
Prabowo mengungkapkan, ada 353 orang yang diberhentikan secara tidak hormat. Sementara itu, Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN) sedang memeriksa 2.600 orang.
“Yang diberhentikan tidak hormat sebanyak 353 orang. Dalam proses pemeriksaan, Inspektorat BGN ada 2.600 orang. Jangan ragu, pecat, bersihkan hingga bersih. Karena MBG strategis dan sangat penting bagi masa depan anak cucu kita,” pungkas Prabowo.
BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di Puluhan Dapur MBG
Selain menindak pelanggaran, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG juga akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. BGN berencana memasang sistem kecerdasan buatan pada kamera pengawas atau CCTV di setiap dapur Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan kamera pengintai tersebut akan terintegrasi dengan sistem pusat. Langkah ini diharapkan dapat memantau penerapan standar operasional prosedur (SOP) di dapur MBG.
Saat ini BGN sedang menguji coba sistem tersebut di sekitar 70 dapur. Sebelumnya, CCTV di dapur hanya bisa dipantau oleh tim internal.
Jadi kita uji coba, ada sekitar 70 dapur yang kita uji coba untuk CCTV, kita tarik ke pusat, kita berikan kecerdasan buatan agar kita bisa memantau SOP-nya ya. SOP-nya SOP pengolahan, SOP penyiapan, SOP cuci ompreng, SOP macam-macam ya. Termasuk kepatuhan masyarakat memotong kubis misalnya, ”ujarnya di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Pemantauan berbasis AI ini dirancang untuk memantau berbagai tahapan operasional dapur, mulai dari pengolahan dan persiapan makanan hingga pencucian ompreng serta kepatuhan pekerja dalam menjalankan prosedur, termasuk saat memotong kubis.
Dengan menegakkan disiplin dan mengembangkan sistem pengawasan, pemerintah berupaya memperbaiki pelaksanaan MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan program.
Simak berita dan artikel lainnya di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami tersedia di Epaper Harian Jogja.
Sumber: Bisnis
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














