Demonstrasi Tunggal Soroti Dugaan Korupsi Dana Desa

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Tapteng – Aksi demonstrasi Simon Situmorang di Kantor Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli Tengah (PMD Tapteng) di Pandan, merupakan bentuk kritik untuk mengingatkan tindak lanjut penyelesaian kasus dugaan korupsi dana desa yang dilaporkan masyarakat sejak tahun 2021. Selain itu, Simon juga mempertanyakan kepada pemerintah terkait status hukum 13 kepala desa (Kades) penyandang disabilitas tersebut.

Dalam aksi tunggalnya, Simon mendesak pemerintah melalui Inspektorat dan PMD untuk secara transparan memberikan klarifikasi kepada masyarakat terkait pengembalian uang negara dan status hukum dugaan korupsi yang dilakukan oknum kepala desa. Dalam kesempatan itu, Simon juga melaporkan Kepala Desa Maduma ke Dinas PMD terkait dugaan korupsi dana desa pada tahun 2022 hingga 2025.

“Dari hasil pertemuan kami dengan Inspektorat Tapanuli Tengah dan PMD, ada beberapa dugaan korupsi pasca penonaktifan 13 kepala desa yang dilimpahkan ke Kejaksaan dan Kepolisian. Sementara itu, ada beberapa kepala desa juga yang mengembalikan uang negara yang penuh korupsi, dan ini belum ada keterbukaan informasi yang jelas dari Inspektorat atau PMD,” kata Simon pada Jumat, 25 September 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Tapteng Zulkifli Simatupang memastikan akan segera ‘jemput bola’ meminta data akurat kepada Inspektorat terkait rincian kasus dugaan korupsi 13 kepala desa penyandang cacat tersebut, mulai dari jumlah perkara yang diserahkan ke aparat penegak hukum, hingga proses pengembalian uang negara berdasarkan hasil audit dari Inspektorat, untuk kemudian segera dipublikasikan ke publik.

Terkait laporan dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Maduma, Zulkfili pun memastikan akan segera turun ke lapangan bersama Inspektorat, dengan harapan ada tambahan bukti pendukung dari masyarakat sehingga memperkuat proses audit dan pemeriksaan.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali AG & APG Aichi-Nagoya 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru

Headline

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB