STARJOGJA.COM, JOGJA. Balai Pelatihan Keuangan (BDK) Yogyakarta memperkuat strategi pengembangan kompetensi yang menyasar pejabat pemerintah, pengelola keuangan daerah, generasi muda, dan masyarakat umum. Berbagai cara disiapkan, mulai dari pelatihan tatap muka, pembelajaran jarak jauh, e-learning, hingga pembentukan komunitas belajar.
Kepala BDK Yogyakarta Endang Widajati menyatakan salah satu inisiatif unggulan yang dikembangkan adalah Komunitas Praktek (COP) untuk pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Komunitas ini dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan mencari solusi permasalahan di lapangan.
“Diharapkan COP ini bisa saling berbagi ilmu, berbagi pengalaman, bahkan mungkin berbagi solusi,” kata Endang pada Forum Konsultasi Publik dan Silaturahmi Standar Pelayanan di BPPK Yogyakarta.
Selain COP, BDK Yogyakarta menjalankan program Perkembangan Muda bekerja sama dengan Sekolah Rakya MA 20 Sleman. Program ini memberikan pendidikan ekstrakurikuler kepada 75 siswa, termasuk keterampilan berbicara (berbicara di depan umum), fotografi, dan pengembangan kompetensi pribadi.
Akses Program bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Pembelajaran BPPK Yogyakarta Dike Ardyana Susanti menjelaskan sejumlah program strategis yang bisa diakses oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
Diantaranya adalah Akademi Kelayakan Kredit bagi pengelola keuangan pemerintah daerah, yang meliputi identifikasi kelayakan kredit daerah, penentuan prioritas perbaikan aspek keuangan, ekonomi dan infrastruktur, serta penyusunan strategi pembiayaan berkelanjutan.
BDK Yogyakarta juga mencatat program pelatihan lain yang akan berjalan pada tahun 2026, antara lain:
-
Pelatihan Laporan Keuangan SPPG : Pelatihan penyusunan laporan keuangan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (berlangsung dua kelas pada bulan Juli 2026).
-
Pelatihan Manajemen Bisnis Keuangan: Diperuntukkan bagi pengurus KDKMP.
-
Pelatihan Pajak Daerah: Menyasar pejabat pengelola pendapatan daerah dengan materi mulai dari juru sita pajak, pemeriksa pajak, penilai PBB-P2, hingga optimalisasi retribusi dan penjajakan potensi pajak daerah (sudah dilaksanakan dua batch).
Di sektor digital, BDK Yogyakarta menyediakan akses pembelajaran melalui KLC dan sistem manajemen pengetahuan yang mencatat sekitar 1.712 program pembelajaran, 529.252 pengguna terdaftar, dan 19.975 aset intelektual.
Kepala Subbagian Tata Laksana dan Kepatuhan Internal BPPK Yogyakarta, Agung Nugroho Kurnianto menambahkan, forum konsultasi publik rutin diadakan setiap tahun untuk menjaring masukan pemangku kepentingan dalam evaluasi pelayanan.
“Selain program pelatihan, fasilitas pendukung BDK Yogyakarta seperti ruang kelas, asrama, aula, dan ruang makan juga dibuka untuk digunakan oleh pihak eksternal melalui mekanisme sewa resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














