JAKARTA (Arrahmah.id) — Tokoh nasional sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan kembali membagikan ulasan literatur lewat akun media sosial pribadinya.
Kali ini, ia mengkaji karya penting Tom Nichols berjudul The Death of Expertise yang menyoroti pergeseran pandangan masyarakat dan pengambil kebijakan terhadap sains di era modern.
Dalam ulasannya kali ini, Anies secara khusus menyoroti ancaman laten ketika pengambilan kebijakan publik mulai mengabaikan pertimbangan para ahli dan hanya mengandalkan opini populer yang minim landasan ilmiah.
Fenomena Dunning-Kruger di Era Digital
Anies memaparkan salah satu konsep utama psikologi yang disoroti dalam buku tersebut, yakni Efek Dunning-Kruger.
Fenomena ini menggambarkan keadaan dimana seseorang dengan pengetahuan yang sangat minim ternyata memiliki tingkat rasa percaya diri yang luar biasa tinggi.
Bayangkan seseorang yang baru seminggu belajar catur..senang sekali, dia merasa ‘saya sudah ahli’ dan seolah-olah bisa mengalahkan seorang Grandmaster, kata Anies dalam video reel yang diunggah ke akun Facebook pribadinya, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, di tengah masifnya arus informasi di media sosial saat ini, suara para ahli berdasarkan penelitian yang luas seringkali kurang nyaring dan tenggelam dalam lautan opini publik yang kurang informasi.
Kritik terhadap Dunia Pendidikan Tinggi
Selain menyoroti liarnya arus informasi di internet, Anies juga menjelaskan kritik Nichols terhadap pergeseran orientasi pendidikan tinggi modern.
Perguruan tinggi dinilai mulai mengalami degradasi fungsi ketika memperlakukan mahasiswa sebagai konsumen dan ilmu pengetahuan sebagai komoditas dagang.
Ancaman terhadap Demokrasi dan Pembelajaran dari Pandemi ini
Dampak paling mengkhawatirkan dari matinya pakar, tegas Anies, adalah ancaman nyata terhadap kualitas demokrasi. Demokrasi yang sehat memerlukan keterlibatan warga negara dan pemimpin yang memiliki pengetahuan luas dan menghormati penelitian ilmiah.
Ia juga merefleksikan pengalaman penanganan krisis kesehatan global pada masa pandemi COVID-19 sebagai ujian nyata bagi pengambil kebijakan.
“Ketika pandemi terjadi, itu menjadi ujian bagi pengambil kebijakan: apakah pengambil kebijakan mengandalkan ilmu pengetahuan atau tidak, merujuk pada ahlinya atau tidak,” tegas Anies.
Keputusan berdasarkan keahlian seringkali tidak populer di media sosial, namun para pemimpin harus berani mengambil langkah-langkah yang benar secara ilmiah demi keselamatan publik.
Menutup ulasannya, Anies mengajak masyarakat untuk selalu menjaga skeptisisme yang sehat tanpa harus menolak ilmu pengetahuan, serta terus menerapkan prinsip belajar dan membuang informasi yang salah (to learn and to unlearn) dalam menghadapi kompleksitas dunia yang terus berubah.
(ameera/arrahmah.id)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














