RRI.CO.ID, Palu – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Banggai dan Kepulauan Banggai menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan kapal di kawasan tersebut. Sejak Januari hingga Oktober 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu telah menangani 38 operasi kecelakaan kapal di wilayah kerjanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal mengatakan, kecelakaan laut banyak terjadi di Kabupaten Banggai Laut dan Kepulauan Banggai pada periode September dan Oktober. Sedangkan kecelakaan kapal operasi pada 19-24 Oktober disebabkan oleh kerusakan mesin dan kehilangan arah.
“Sepekan terakhir kita tangani 3 kecelakaan. Kasus ini semuanya nelayan yang mesinnya mati dan hilang arah. Kenapa tersesat? Karena nelayan kita tidak bisa melihat pulau. Jadi tertutup kabut asap,” kata Rizal saat ditemui di kantornya, Selasa 27 Oktober 2026.
Ia mengatakan, kabut asap dari Papua membuat nelayan tradisional kehilangan pandangan terhadap daratan. Namun jaringan komunikasi yang tersedia membantu nelayan menghubungi keluarganya sehingga permintaan bantuan dan pencarian dapat segera dilakukan.
Alhamdulillah hampir semuanya ditemukan dalam beberapa kejadian. Ada 1 nelayan yang tidak ditemukan di Pulau Burung yang termasuk wilayah Kabupaten Banggai Laut. Hingga hari ketujuh, 1 nelayan itu dinyatakan hilang, imbuhnya.
Rizal menjelaskan, sebagian nelayan di Kabupaten Banggai Laut dan Kepulauan Banggai masih menggunakan perahu yang tidak dilengkapi alat navigasi seperti GPS atau kompas. Kondisi ini membuat nelayan yang mengandalkan tanda-tanda alam rentan kehilangan arah ketika pandangan terhalang kabut asap.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu telah menyiagakan personel dan armada KN SAR Bhisma. Kapal tersebut digunakan untuk mendukung operasi pencarian di perairan Laut Banda hingga Manado dan Gorontalo.
Masyarakat juga diimbau untuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan memastikan ketersediaan peralatan navigasi sebelum melaut, terutama bagi kapal yang tidak memiliki peralatan navigasi yang memadai. Masyarakat yang hendak berlayar dapat memberikan informasi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu agar perjalanannya dapat terpantau hingga tiba di tempat tujuan.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














