Anies: Tugas Utama Pemimpin Nasional adalah Menjunjung Tinggi Etika dan Nilai Dasar

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh konten merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi tim redaksi Kompas.

MAKASSAR — Peran pemimpin nasional tidak hanya sebatas menjalankan pemerintahan atau mengatur kebijakan fiskal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai dasar bangsa dan negara serta menjunjung tinggi etika. Penegasan tersebut disampaikan tokoh nasional sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam berbagai kesempatan penting kenegaraan dan wacana publik.

Menurut Anies, etika dan integritas merupakan landasan paling mendasar yang harus dimiliki setiap penyelenggara negara. Tanpa landasan etika yang kuat, arah pembangunan bangsa rentan kehilangan orientasi moral dan mengabaikan rasa keadilan masyarakat.

Landasan Etika Kepemimpinan Nasional Dalam pandangannya, kehidupan bernegara yang sehat diatur dan didukung oleh kepatuhan terhadap konstitusi dan norma etika yang berlaku. Anies kerap mengingatkan, proses bernegara harus dijalankan secara konsisten dan terhormat, di mana pemimpin di tingkat pusat harus menjadi teladan utama bagi seluruh rakyatnya.

“Negara yang dikelola dengan baik harus menjunjung tinggi etika. Kehormatan negara juga harus dijaga secara konsisten,” kata Anies dalam beberapa catatan.

Poin krusial dari pandangan ini antara lain: Contoh dari Top Standar moral kepemimpinan dimulai dari tingkat tertinggi pemerintahan, yang nantinya akan menjadi cerminan bagi jajaran di bawahnya.

Konsistensi Konstitusi dan Etika: Menjaga harkat dan martabat kekuasaan agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Integritas Kebijakan: Keputusan yang diambil pemimpin harus mencerminkan kepentingan masyarakat luas, bukan sekedar kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi.

Mengembalikan Kehormatan Kehidupan Berbangsa Lebih lanjut, wacana pentingnya etika kepemimpinan ini dinilai relevan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi. Ketika seorang pemimpin nasional menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap etika bernegara, maka sistem meritokrasi, penegakan hukum, dan keadilan sosial dapat berjalan maksimal tanpa campur tangan kepentingan yang merugikan rakyat.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo
Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo
Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:25 WIB

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 20:06 WIB

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Berita Terbaru