Amran menyinggung petani dari negara lain yang berdemonstrasi karena NKRI swasembada beras

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa petani di sejumlah negara pengekspor mendapat tekanan bahkan melakukan demonstrasi karena Indonesia sudah swasembada beras.

Amran mengatakan, Indonesia sebelumnya merupakan salah satu importir beras terbesar di dunia. Namun, pemerintah menghentikan impor karena produksi meningkat dan swasembada beras tercapai.

“Kita importir terbesar tahun 2023-2024, importir beras terbesar dunia yaitu 7 juta ton. Alhamdulillah tahun 2025 tidak ada impor. Karena tidak ada impor, pasti negara-negara pengekspor beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain, petaninya akan mendapat tekanan, bahkan demonstrasi. Bisa dibaca petani dari negara lain yang berdemonstrasi,” kata Amran dalam konferensi pers di Bea Cukai dan Kantor Pusat Cukai, Jakarta Timur, Selasa (22/9).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Dia mengatakan, posisi Indonesia sebagai pasar beras yang besar membuat penghentian impor juga berdampak pada pasar global. Bahkan, harga beras dunia yang sebelumnya berkisar US$660 per ton turun menjadi US$368 per ton.



Amran mengatakan penurunan tersebut terkait berkurangnya permintaan dari Indonesia. Pasalnya, Indonesia sebelumnya banyak mengimpor beras dari sejumlah negara, seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan.

“Ini produksi kita seperti yang disampaikan FAO. Nah dampaknya apa? Dampaknya tiba-tiba harga beras dunia US$660 per ton, kita hafal angka itu US$368 per ton,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sejumlah pemimpin negara lain telah meminta Presiden Prabowo Subianto mengizinkan Indonesia membuka kembali impor beras. Namun, Amran menyarankan agar permintaan tersebut tidak dipenuhi.

“Kita sampaikan ke Pak Presiden, ini tidak mungkin karena merugikan 115 juta petani Indonesia. Karena petani kehilangan motivasi kalau kita impor. Nah ini diselundupkan, tidak berdampak pada nilainya, tapi bisa menurunkan motivasi,” jelas Amran.

(Gambas: Video CNN)

(del/sfr)


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo
Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:06 WIB

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Berita Terbaru