IPR: Jangan sampai drama sidang Jokowi mengalihkan perhatian pada isu penyadapan Prabowo

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KedaiPena.Com-Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan kasus dugaan ijazah palsu yang diiringi mobilisasi massa pendukung, ekspresi haru hingga tangisan patut disimak secara kritis. Jangan sampai tahap persidangan menjadi panggung pencitraan politik untuk membangun opini seolah-olah Jokowi adalah pihak yang paling dirugikan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai ada persoalan yang jauh lebih serius dan mendesak yang perlu mendapat perhatian publik, yakni polemik dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto dan dugaan upaya makar yang belakangan menjadi perbincangan nasional.

Jangan sampai drama sidang ijazah menjadi gimmick politik untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang jauh lebih serius. Masyarakat jangan hanya disuguhi tontonan mobilisasi massa, tangisan dan narasi seolah-olah Jokowi adalah korban yang paling dirugikan. Ada persoalan besar yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik, kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 November 2026.

Menurutnya, penggunaan simbol-simbol emosional, mobilisasi pendukung, dan pembentukan opini yang mengatasnamakan pihak yang teraniaya merupakan strategi komunikasi politik yang dapat menggeser substansi permasalahan. Padahal, masyarakat butuh kejelasan, bukan sekadar drama dan pertunjukan politik.

Iwan menegaskan, dugaan penyadapan kepala negara bukan perkara biasa. Jika benar terjadi, tindakan tersebut merupakan ancaman serius terhadap keamanan negara, wibawa presiden, dan kedaulatan pemerintah. Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus mengusutnya secara transparan, profesional, dan menyeluruh, termasuk mengusut kemungkinan adanya aktor intelektual atau kepentingan politik di baliknya.

Jangan sampai perhatian masyarakat sengaja tertuju pada drama diplomasi, sementara pertanyaan besar terkait dugaan penyadapan Presiden Prabowo ditenggelamkan. Siapa yang menyuruh, siapa terlibat, apa motifnya, dan ada kepentingan politik tertentu? Semua harus dijawab melalui proses hukum, ujarnya.

Momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat sidang ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 5 November 2026 | Foto: spesial

Ia juga mengingatkan, proses hukum terkait dugaan ijazah palsu harus dihormati dan diselesaikan melalui mekanisme pengadilan. Namun proses ini tidak boleh dijadikan instrumen untuk membangun tekanan terhadap opini publik atau mengaburkan isu-isu lain yang menyangkut kepentingan negara.

“Kalau memang dirasa benar, buktikan lewat proses hukum. Tidak perlu membangun panggung politik dengan mengerahkan massa dan mendramatisasi penderitaan. Hukum tidak bisa dikalahkan oleh popularitas, tekanan massa, atau permainan persepsi,” imbuhnya.

Iwan meminta masyarakat tetap kritis dan tidak mudah terbawa arus isu-isu yang menyimpang. Menurutnya, kepentingan bangsa dan keselamatan Presiden sebagai kepala negara harus diutamakan di atas kepentingan citra dan pertarungan politik kelompok tertentu.

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam drama politik. Soal ijazah bisa dibuktikan di pengadilan, tapi dugaan penyadapan dan makar juga harus diusut tuntas. Jangan ada upaya mengaburkan masalah yang jauh lebih besar melalui panggung politik yang penuh air mata,” pungkas Iwan.

Laporan: Muhammad Rafik

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menurunkan foto Wapres Gibran di ruang kerjanya
Majalah ICT – Drama Tangisan Pendukung Jokowi di Medsos: Narasi yang Tak Laku dan Publik Fokus Pembuktian Ijazah
Basarnas Evakuasi Pria yang Jatuh ke Sumur di Jepara
BGN menegaskan gaji pengawas SPPG tidak dipotong, relawan MBG tidak perlu dikurangi
BMKG Waspadai Badai Petir dan Angin Kencang Melanda Maluku Utara hingga 8 November
Mendikbud Soal Tindak Lanjut Suket Gibran Pasca Putusan MA, Ini Katanya
Ronaldo Pensiun, Portugal Umumkan 28 Pemain Terbaru
Suket Gibran dan Ujian Dunia Akademik: Ketika Kampus Kalah di Kolom Komentar
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menurunkan foto Wapres Gibran di ruang kerjanya

Sabtu, 7 November 2026 - 08:05 WIB

Majalah ICT – Drama Tangisan Pendukung Jokowi di Medsos: Narasi yang Tak Laku dan Publik Fokus Pembuktian Ijazah

Sabtu, 7 November 2026 - 07:45 WIB

Basarnas Evakuasi Pria yang Jatuh ke Sumur di Jepara

Sabtu, 7 November 2026 - 07:25 WIB

BGN menegaskan gaji pengawas SPPG tidak dipotong, relawan MBG tidak perlu dikurangi

Sabtu, 7 November 2026 - 07:05 WIB

BMKG Waspadai Badai Petir dan Angin Kencang Melanda Maluku Utara hingga 8 November

Berita Terbaru

Headline

Basarnas Evakuasi Pria yang Jatuh ke Sumur di Jepara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 07:45 WIB