Viral di Medsos, Jalan Kembang Tabebuia di Magetan Beri Nuansa Jepang – Sinergia

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga tabebuia bermekaran di jalanan kawasan Dukuh Gedangan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergi | Magetan – Deretan bunga tabebuia yang mekar dengan warna mencolok memberikan panorama indah di jalan kawasan Dukuh Gedangan, Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keindahan bunga yang menyerupai bunga sakura di Jepang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung yang ingin menikmati suasana berbeda dan mengabadikannya dalam foto dan video.

Pesona jalan berbunga belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial khususnya TikTok. Tak sedikit warga yang penasaran dan datang langsung untuk menyaksikan keindahannya.

Seperti Anjani Salmai Holida dan pasangannya Celsia Widiatna Aulia Putri. Kedua pengunjung ini mengaku terkesan dengan pemandangan bunga tabebuia yang bermekaran di sepanjang jalan. Bagi mereka, panorama tersebut menyuguhkan suasana yang mengingatkan kita pada keindahan bunga sakura di Jepang.

Keduanya menghabiskan waktu untuk mengambil foto, merekam video, hingga menikmati suasana di sekitar lokasi. Warna bunganya yang beragam, mulai dari kuning, putih, merah muda hingga ungu menjadi daya tarik tersendiri.

Gambar Tidak Ditemukan
Warga mengabadikan keindahan bunga tabebuia yang sedang mekar. Foto : Kus-Sinergia

“Enak banget, kaya di Jepang. Bunganya cantik-cantik dan seru banget,” kata mereka.

Selain untuk menikmati keindahan alam, foto dan video yang diambil juga bisa dijadikan kenang-kenangan sekaligus bahan unggahan di media sosial. Mereka memilih menikmati suasana tanpa memetik bunga yang sedang mekar.

Candra Darusman pun merasakan ketertarikan serupa. Ia sengaja datang ke kawasan Gedangan setelah melihat sejumlah video keindahan jalan berbunga yang beredar di TikTok.

Menurutnya, tabebuia yang kerap dijuluki bunga sakura Indonesia ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata Magetan. Apalagi bunga dengan warna yang beragam mampu menciptakan suasana estetis yang menarik perhatian masyarakat.

“Ini mirip jenis tabebuia, bunga sakura khas Indonesia. Warnanya bermacam-macam, ada yang putih, kuning, pink atau merah jambu, dan ungu,” kata Candra.

Ia berharap keberadaan tanaman tabebuia tidak hanya menjadi daya tarik musiman di kawasan Gedangan, tapi juga bisa dikembangkan di sejumlah titik lain di Magetan. Menurutnya, penanaman bunga serupa di berbagai area publik dapat memperkuat jati diri Magetan sebagai destinasi wisata.

Candra mengatakan sejumlah lokasi di Magetan juga terdapat tanaman tabebuia, antara lain di sekitar Alun-Alun Magetan, lapangan di Candirejo, dan Taman Refugia.

Ia berharap Magetan bisa semakin banyak menanam tabebuia, apalagi memasuki musim berbunga. Dengan begitu, keindahan panorama yang menyerupai Jepang bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat dan wisatawan.

“Kalau musimnya Magetan akan dipenuhi tanaman seperti ini, biar seperti Jepang. Ini sangat menunjang sektor pariwisata. Pasti masyarakat semakin penasaran untuk berkunjung ke Magetan,” ujarnya.

Bagi Candra, keindahan bunga tabebuia juga menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif. Pengunjung yang mengabadikan momen dan membagikannya melalui media sosial secara tidak langsung memperkenalkan Magetan kepada masyarakat luas.

Fenomena mekarnya tabebuia di kawasan Gedangan menjadi gambaran bagaimana keindahan ruang publik mampu memberikan pengalaman wisata yang sederhana namun berkesan. Selain sebagai tempat bersantai dan berburu foto, panorama ini juga membuka peluang untuk memperkuat daya tarik wisata Magetan melalui keindahan alam dan penataan lingkungan. (Kus)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Seruan STFT Jakarta: Bela Rakyat, Evaluasi MBG, Stop Bungkam
Cuaca Palembang Hari Ini: (Peringatan BMKG) Potensi Hujan, 24–30°C
Wakil Kapolda dan Ditres Narkoba Polda Lampung
OC Kaligis Soroti Polemik Ijazah Gibran, Pertanyakan Proses Gugatan di PTUN
Update Ranking AFC Liga Indonesia Usai Persib Dipermalukan Atas Kemenangan Melbourne di ACL 2, Berikut Detail Poin Terbarunya
Jokowi Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo, Ini Jalan yang Akan Ditutup
Perkuat Kamtibmas, Kapolres OKU Selatan Ajak Warga Berdialog Langsung
Yusril Sebut Motif Penyadapan Sedang Diusut, Listyo Sigit Ingin Prabowo ‘Dilumpuhkan’ Jalankan Pemerintahan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 03:45 WIB

Seruan STFT Jakarta: Bela Rakyat, Evaluasi MBG, Stop Bungkam

Kamis, 5 November 2026 - 03:25 WIB

Cuaca Palembang Hari Ini: (Peringatan BMKG) Potensi Hujan, 24–30°C

Kamis, 5 November 2026 - 03:06 WIB

Wakil Kapolda dan Ditres Narkoba Polda Lampung

Kamis, 5 November 2026 - 02:45 WIB

OC Kaligis Soroti Polemik Ijazah Gibran, Pertanyakan Proses Gugatan di PTUN

Kamis, 5 November 2026 - 02:25 WIB

Update Ranking AFC Liga Indonesia Usai Persib Dipermalukan Atas Kemenangan Melbourne di ACL 2, Berikut Detail Poin Terbarunya

Berita Terbaru

Headline

Seruan STFT Jakarta: Bela Rakyat, Evaluasi MBG, Stop Bungkam

Kamis, 5 Nov 2026 - 03:45 WIB

Headline

Wakil Kapolda dan Ditres Narkoba Polda Lampung

Kamis, 5 Nov 2026 - 03:06 WIB