Aulia Tak Ukur Kesuksesan MBG dari Insentif Rp 1 Triliun – Niaga.Asia

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aulia Rahman Basri. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Tawaran insentif fiskal hingga Rp1 triliun dari pemerintah pusat bagi daerah yang berhasil mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan menjadi prioritas Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar).

Bupati Aulia Rahman Basri sebenarnya melihat keberhasilan program tersebut dari sejauh mana kebutuhan gizi anak-anak di Kabupaten Kukar dapat terpenuhi, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Kukar mendapat standar gizi sesuai pertumbuhannya,” ujarnya di Tenggarong, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan berbeda dalam melaksanakan program MBG. Kondisi geografis Kukar yang memiliki wilayah yang berjauhan membuat pemerataan pelayanan memerlukan upaya yang lebih besar.

Hasilnya, penerapan MBG di Kukar saat ini masih lebih optimal di wilayah perkotaan dan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Sementara sejumlah wilayah pedalaman memerlukan penanganan khusus agar program dapat mencapai seluruh sasaran.

“Di tempat yang mudah dijangkau seperti di Pulau Jawa, kualitasnya sudah pada level perbaikan. Kalau di sini kita masih memikirkan bagaimana pemenuhan MBG bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Aulia mencontohkan Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut yang sudah mendapat layanan MBG. Meski begitu, kedua wilayah ini masih menghadapi tantangan karena masuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kalau kita bicara di Kenohan, di Kembang Janggut, pemenuhannya sudah ada,” jelasnya.

Jarak antar kecamatan yang cukup jauh, kata dia, membuat proses pemenuhan kebutuhan penerima manfaat di Kukar memerlukan upaya yang lebih besar dibandingkan di daerah yang aksesnya lebih mudah.

Tapi kondisi di sana masuk kategori daerah 3T. Daerah seperti ini perlu upaya khusus dalam proses pemenuhannya, lanjutnya.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu perhatian Bupati Aulia untuk terus melaksanakan program tersebut. Ia ingin memastikan layanan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang mudah diakses, tetapi juga menjangkau anak-anak di wilayah yang aksesnya terbatas.

Namun pada dasarnya ia menilai MBG merupakan program yang mempunyai manfaat langsung bagi pemenuhan kebutuhan gizi generasi muda. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu terus diperhatikan agar tujuan program dapat tercapai.

“Kami melihat sendiri bahwa MBG merupakan program yang baik untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Hal ini untuk memastikan anak-anak mendapat asupan gizi sesuai standar pertumbuhannya,” tegasnya.

Selain mendukung program pemerintah pusat, Pemkab Kukar juga menyiapkan intervensi gizi bagi kelompok masyarakat lainnya melalui dana RT-Ku Terbaik. Salah satunya melalui program makan gratis bergizi yang menyasar balita dan lansia (lansia).

Menurut Aulia, langkah tersebut merupakan bentuk pelengkap agar perhatian terhadap kebutuhan gizi tidak hanya diberikan pada anak usia sekolah saja.

Ditegaskannya, Pemerintah Daerah Kukar dibawah kepemimpinan Aulia-Rendi akan terus melakukan upaya tersebut dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kukar.

“Ini yang terus kita lakukan dan terus kita terapkan. Jadi, menurut kami, insentif bukan menjadi persoalan utama di tempat kami,” tutupnya.

Pengarang: Lydia Apriliani | Redaktur: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tag: MBG

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Bertemu Teman Sekolah dan Relawan di Solo, Ketum Gibranisti: Beri Dukungan
Sekretariat MBG Sampang Percepat Peningkatan Aplikasi Pengaduan Warga
Kementerian Haji Dompu Temukan Travel Umrah Masih Berstatus Cabang, Ini Penegasannya
Klasemen Terbaru BRI Super League: Persija Dibayangi Bali United dan Madura United, Persaingan Puncak Makin Panas
Titik Panas di Kalteng Fluktuasi Bmkg mengingatkan ancaman karhutla yang belum usai
Kemendikbud Perluas Ekosistem Digital pada Program MBG
Buku Paradoks Indonesia: Dua Tantangan Besar yang Diserukan Prabowo Agar Indonesia Menjadi Negara Maju
Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Ditangkap Saat Demo di Bandung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Jokowi Bertemu Teman Sekolah dan Relawan di Solo, Ketum Gibranisti: Beri Dukungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:21 WIB

Sekretariat MBG Sampang Percepat Peningkatan Aplikasi Pengaduan Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Kementerian Haji Dompu Temukan Travel Umrah Masih Berstatus Cabang, Ini Penegasannya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Aulia Tak Ukur Kesuksesan MBG dari Insentif Rp 1 Triliun – Niaga.Asia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Klasemen Terbaru BRI Super League: Persija Dibayangi Bali United dan Madura United, Persaingan Puncak Makin Panas

Berita Terbaru