Mahasiswa Jember Demo DPRD di Tengah Hujan, Bawa 18 Poin

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tirto.id – Hujan deras yang membasahi kawasan Gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026) sore, tak menyurutkan semangat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sadar Indonesia untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Namun aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu tak sepenuhnya berakhir sesuai harapan massa. Mereka masih menunggu komitmen seluruh unsur pimpinan dan fraksi DPRD Jember untuk menandatangani 18 poin tuntutan yang disampaikan.

Aksinya dimulai dengan perjalanan panjang dari kawasan Double Way Universitas Jember (Unej) menuju bundaran depan Gedung DPRD Jember, Kecamatan Sumbersari. Mengusung mobil komando dan pengeras suara, mahasiswa gabungan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember menyampaikan orasi secara bergantian.

Mereka mengkritisi berbagai permasalahan yang dinilai mencerminkan kondisi bangsa saat ini, sekaligus mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat.

Soroti Anggaran dan Kebijakan Pendidikan Prabowo-Gibran

Aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia di kawasan Gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026)

Ada 18 tuntutan yang diajukan dalam aksi tersebut. Isu tersebut mencakup enam bidang, yakni pendidikan, lingkungan hidup, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), kebijakan politik, ekonomi, dan kesehatan. Antara lain mendesak diakhirinya penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerataan akses terhadap pendidikan, perlindungan lingkungan hidup, penegakan hak asasi manusia, penguatan supremasi sipil, dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kesehatan.

Koordinator Lapangan Aliansi Indonesia Sadar, Muhammad Dhiya’ul Haq mengatakan, seluruh tuntutan tersebut merupakan hasil kumpul keprihatinan mahasiswa bersama elemen masyarakat di Jember.

Menurutnya, banyaknya permasalahan yang ditemukan di berbagai sektor membuat mahasiswa merasa perlu mengungkapkan posisinya secara terbuka melalui aksi massa.

“Sebanyak 18 tuntutan tersebut lahir dari keprihatinan rekan-rekan mahasiswa bersama elemen masyarakat. Isu tersebut mencakup enam bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan hidup, demokrasi dan HAM, kebijakan politik, ekonomi, hingga kesehatan,” kata Dhiya’ul Haq saat dikonfirmasi usai melaksanakan aksi Unras.

Ia menilai sejumlah permasalahan tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait ketidakadilan, penindasan terhadap masyarakat, permasalahan lingkungan hidup, dugaan dampak program pemerintah, hingga masuknya militerisme ke ruang sipil.

Sivitas Akademika Unej Turun Gunung Ikuti Orasi di Mobil Komando

Aksi Mahasiswa DPRD Jember

Aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia di kawasan Gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026)

Menariknya, aksi tersebut tidak hanya diwarnai dengan orasi mahasiswa saja. Dua akademisi Universitas Jember pun berdiri di tengah massa untuk menyampaikan kritik terhadap situasi nasional.

Keduanya adalah Dr Ikwan Setiawan, SS, MA, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya Unej, dan Dr. Muhammad Iqbal, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unej.

Ikwan membacakan dua puisi karya penyair WS Rendra dan Wiji Thukul. Sementara itu, Iqbal menyampaikan orasi yang menyoroti kondisi pemerintah dan mendesak adanya tindakan nyata untuk mengatasi berbagai permasalahan masyarakat.

Salah satu pernyataannya langsung disambut tepuk tangan meriah dan teriakan para siswa. Dengan nada sinis, Iqbal mengaitkan hujan yang turun saat aksi dengan tuntutan agar pemerintah juga turun tangan menyelesaikan permasalahan masyarakat.

“Kami demo sambil hujan. Artinya, seperti kondisi saat ini, pemerintah harus turun,” teriaknya dari dalam mobil komando.

Di depan pagar utama Gedung DPRD Jember, mahasiswa juga memasang sejumlah poster yang menyindir. Tulisan seperti “Dewan Pengkhianat Rakyat” dan “Masa Kegagalan” menjadi bagian dari ungkapan kekecewaan mereka terhadap situasi politik dan kebijakan pemerintah.

Bahkan, pada poster peringatan Hari Sumpah Pemuda juga dicantumkan tulisan “Sadar dipukuli, Sadar dibakar, Sadar dimiskinkan”. Sejumlah tulisan kritis lainnya juga terlihat menggunakan cat semprot.

Pimpinan Dewan Absen, Mahasiswa Protes via Panggilan Video

Aksi Mahasiswa DPRD Jember

Aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia di kawasan Gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026)

Sekitar pukul 16.00 WIB, massa aksi akhirnya ditemui sejumlah anggota DPRD Jember. Namun tidak ada satu pun anggota pimpinan DPRD yang hadir langsung di lokasi. Ketua DPRD Jember Ahmad Halim bersama sejumlah wakil ketua diketahui tengah menjalankan agenda resmi ke luar kota.

Perwakilan anggota dewan yang menemui mahasiswa berasal dari sejumlah fraksi, yakni Achmad Dhafir Syah dari Fraksi PKS, Alfian Andri Wijaya dari Gerindra, Amanah Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat dari Golkar, Intan Permatasari dari PPP, Budi Wicaksono dari NasDem, serta Indi Naidha dan Wahyu Prayudi Nugroho dari PDI Perjuangan. Tak terlihat perwakilan Fraksi PKB yang menemui pengunjuk rasa.

Anggota dewan yang hadir mayoritas berasal dari Komisi D, sedangkan Budi Wicaksono merupakan Ketua Komisi A DPRD Jember.

Absennya pimpinan DPRD kemudian menjadi salah satu hal yang dipertanyakan mahasiswa. Ketua DPRD Ahmad Halim berkomunikasi melalui sambungan video WhatsApp dengan massa aksi. Dalam komunikasi tersebut, Halim meminta maaf karena tidak bisa bertemu langsung dengan para mahasiswa tersebut.

Dijelaskannya, aspirasi mahasiswa selama ini diterima melalui perwakilan anggota dewan serta catatan elektronik yang diperoleh dari aksi tersebut. Selanjutnya, DPRD akan mengkaji tuntutan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto yang juga tidak berada di lokasi menyampaikan dukungannya melalui link video. Ia menyatakan setuju dengan sejumlah isu yang disuarakan mahasiswa, antara lain isu Tapera, MBG, dan penolakan dominasi militer di ruang sipil.

Widarto juga menegaskan, DPRD kabupaten tidak mempunyai kewenangan langsung untuk menghentikan program pemerintah pusat. Oleh karena itu, langkah yang bisa dilakukan adalah menyampaikan aspirasi bersama dan meneruskannya ke pemerintah pusat.

“Yang bisa kita lakukan bersama adalah menyuarakan aspirasi tersebut, menandatangani tuntutan, lalu mengirimkannya. Besok kita siap menandatangani dan meneruskannya ke pemerintah pusat,” kata Widarto.

Namun jawaban tersebut belum sepenuhnya memuaskan siswa. Mereka menegaskan, komitmen lisan harus dibuktikan melalui tanda tangan pimpinan DPRD dan seluruh fraksi.

Perwakilan mahasiswa bahkan meminta Widarto bersedia menandatangani tuntutan tersebut. Widarto kemudian menyatakan kesanggupannya menjadi Wakil Ketua DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan.

Anggota DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho atau Nuki juga mengatakan pihaknya menerima aspirasi mahasiswa dan mendukung sejumlah isu yang mengemuka.

Ia mencontohkan anggaran penanggulangan bencana, kesejahteraan tenaga kesehatan, dan pelaksanaan program pemerintah agar benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Nuki, DPRD Jember sebelumnya sudah menyuarakan kenaikan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari alokasi sekitar Rp8 miliar, pihaknya mengusulkan tambahan Rp4 miliar agar penanganan bencana bisa diperkuat.

Ancaman tindak lanjut jika DPRD Jember ingkar janji

Namun permasalahan utama dalam tindakan tersebut belum terselesaikan. Tuntutan mahasiswa baru ditandatangani oleh perwakilan anggota DPRD yang hadir, sedangkan massa menginginkan tanda tangan seluruh unsur pimpinan dan seluruh fraksi.

Koordinator aksi, Muhammad Dhiya’ul Haq menegaskan, gerakan mahasiswa tidak akan berhenti pada aksi Jumat sore. Pihaknya akan melakukan pemantauan pada Sabtu (31/10/2026) untuk memastikan janji penandatanganan tuntutan tersebut benar-benar terealisasi.

“Kami tetap berkomitmen untuk melakukan langkah konkrit gerakan mahasiswa. Aksi ini tidak berhenti sampai hari ini. Besok akan kita pantau sesuai dengan pernyataan DPRD yang akan ditandatangani tuntutannya. Jika tidak dipenuhi, kami siap melakukan aksi lebih lanjut,” tegasnya.

Para mahasiswa juga meminta agar seluruh aspirasi tersebut tidak berhenti di tingkat DPRD Kabupaten Jember saja, namun benar-benar diteruskan kepada pemerintah pusat dan DPR RI.

“Jika komitmen yang disampaikan tidak dipenuhi, kami mahasiswa bersama elemen masyarakat siap kembali turun ke jalan dengan kekuatan massa yang lebih besar,” pungkas Dhiya’ul Haq.

Dengan demikian, aksi yang berlangsung di tengah hujan ini bukanlah akhir dari rangkaian penyampaian aspirasi Aliansi Indonesia Sadar. Sabtu (31/10/2026) menjadi momentum mahasiswa menguji komitmen DPRD Jember, sekaligus memastikan 18 tuntutan yang mereka ajukan mendapat tindak lanjut. Bukan sekedar rekaman demonstrasi.

==========

Jember itu adalah akun IG City Info yang tergabung dalam #KolaborasiJangkarByTirto.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Basarnas Ambon dan Pemkab MBD Bersinergi, Satuan Siaga SAR Ditarget Hadir pada 2027
TIM SAR GABUNGAN HR 3602 HELI MENDAPATKAN PENGHARGAAN BASARNAS
Ikut Demo Mahasiswa, Wakil Dekan FIB Unej Bacakan Puisi, Dosen FISIP Serukan Revolusi
Teh Kemasan Berbusa Viral di Demonstrasi Bundaran HI, BPOM Lakukan Pencarian: Okezone News
Hasil 8 Besar Hylo Open 2026 & Pembaruan Daftar Semifinal Kualifikasi
XLSMART Hadirkan Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia di W20 USA 2026 — Batam Today
Pemkab MBD Dukung Pembentukan Unit Siaga SAR untuk Perkuat Pelayanan Darurat‎ – dinamikamaluku.com
Prabowo: Pemimpin Unggul Harus Dipilih dengan Baik
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:20 WIB

Basarnas Ambon dan Pemkab MBD Bersinergi, Satuan Siaga SAR Ditarget Hadir pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:00 WIB

TIM SAR GABUNGAN HR 3602 HELI MENDAPATKAN PENGHARGAAN BASARNAS

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Ikut Demo Mahasiswa, Wakil Dekan FIB Unej Bacakan Puisi, Dosen FISIP Serukan Revolusi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Teh Kemasan Berbusa Viral di Demonstrasi Bundaran HI, BPOM Lakukan Pencarian: Okezone News

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:41 WIB

Mahasiswa Jember Demo DPRD di Tengah Hujan, Bawa 18 Poin

Berita Terbaru

Headline

Mahasiswa Jember Demo DPRD di Tengah Hujan, Bawa 18 Poin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:41 WIB