pouchberita.com, TAPANULI TENGAH | Media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan pertengkaran sengit antara dua warga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sengketa tersebut dipicu oleh aktivitas penambangan pasir yang diduga tidak memiliki izin.
Peristiwa itu terjadi di Bangsal V Ramba Goring-goring, Desa Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Helly Lim. Dalam video tersebut, salah satu pria yang merekam video tersebut memprotes aktivitas penambangan pasir yang dinilai meresahkan warga. Sebab, aktivitas truk pasir membuat jalan di kawasan itu becek, licin, dan kotor.
Warga juga menduga usaha penambangan pasir tersebut tidak memiliki izin resmi dari instansi terkait.
Adu mulut pun tak terhindarkan ketika pria yang diduga pemilik tambang pasir itu menolak dicatat aktivitasnya. Menurut pria tersebut, tempat tinggal dan lokasi penambangan pasirnya bukanlah ruang publik yang bebas untuk dipublikasikan oleh siapapun.
Menanggapi larangan tersebut, perekam video dengan tegas menantangnya. Ia mempersilakan pemilik tambang untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika tindakan perekaman tersebut dinilai melanggar hukum.
Perdebatan keduanya semakin sengit dan memanas ketika pemilik tambang melontarkan tuduhan pribadi. Dia menyebut perekam video itu adalah residivis atau mantan narapidana.
Mendengar tudingan tersebut, perekam video pun naik pitam. Ia kemudian mengancam akan melaporkan pemilik tambang tersebut ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM Provinsi Sumut, atau Polsek Sarudik dan Tapanuli Tengah, terkait legalitas penambangan pasir di Lingkungan V Ramba Goring-goring.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memeriksa izin usaha pertambangan dan menertibkan aktivitasnya yang mengganggu kenyamanan dan merusak akses jalan lingkungan. (ed)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














