JAKARTA, KOMPAS.TV – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga mantan aktivis, Budiman Sudjatmiko, mengatakan Presiden Prabowo Subianto sadar akan pentingnya dialog dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa.
Menurut Budiman, Presiden bahkan memintanya untuk berkomunikasi langsung dengan kelompok masyarakat.
Budiman juga mengatakan, sejumlah menteri dan wakil menteri berlatar belakang aktivis dilibatkan dalam dialog dengan masyarakat. Ia menegaskan, dialog tersebut bukan bertujuan untuk mengkooptasi, melainkan membuka ruang komunikasi.
Budiman mengaku senang jika mahasiswa bisa menyampaikan kritik secara terbuka, termasuk kritik tajam terhadap pemerintah.
Namun Wakil Ketua BEM UI 2026 Fatima Azzahra menegaskan, permasalahan utama bukan hanya komunikasi pemerintah dengan masyarakat saja, melainkan dampak nyata dari kebijakan yang diterapkan.
Fatima berpendapat, berbagai program dan pembentukan badan baru harus dibarengi dengan konsep yang jelas, termasuk mekanisme pelaksanaan dan hasil yang ingin dicapai.
Ia mengingatkan, proses pengujian kebijakan yang berlangsung terlalu lama berisiko menghabiskan sumber daya tanpa memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.
Selain menyoroti kejelasan program pemerintah, Fatima juga mempertanyakan kemajuan janji penyediaan 19 juta lapangan kerja yang dikaitkannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Menurut Fatima, hingga saat ini masyarakat belum melihat kemajuan yang signifikan terkait target tersebut. Ia berharap lapangan kerja yang tercipta tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja, namun juga mampu meningkatkan daya saing masyarakat di tingkat global.
Bagaimana menurutmu? Tulis di kolom komentar.
Tonton selengkapnya di sini:
Baca juga: Budiman Rela Disebut Pengkhianat Reformasi, BEM UI Desak Pemerintah Tepati Janji | ROSI
#demomastudents #bemui #budimansudjatmiko
Unduh Aplikasi KompasTV di TV Anda, kini dalam satu aplikasi untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














