Kiriman air dari Depok, Jawa Barat, dan Tangerang menyebabkan sejumlah wilayah di DKI Jakarta terendam banjir setelah hujan deras mengguyur ibu kota dan daerah penyangganya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan luapan sungai menjadi salah satu penyebab genangan, sedangkan hingga Minggu, 21 Februari 2021, masih ada 17 rukun tetangga (RW) yang terdampak, berdasarkan laporan IDXChannel.
Jumlah ini turun dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 113 RW. Pemprov DKI Jakarta melakukan penindakan dengan memompa air, membersihkan sampah di sungai, hingga menyediakan tempat pengungsian bagi warga yang belum bisa pulang ke rumah.
Anies menjelaskan, hujan di wilayah Depok meningkatkan debit air Sungai Krukut. Kapasitas sungai yang tidak mampu menampung tambahan aliran tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi pemukiman warga, termasuk sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan pusat kota.
Dia menyebut Kemang, Tendean, Widya Chandra, dan Jalan Jenderal Sudirman sebagai kawasan terdampak luapan Sungai Krukut.
“Wilayah yang kemarin terendam cukup banyak karena dilewati Sungai Krukut, seperti kawasan Kemang, Tendean, Widya Candra, bahkan kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang dilintasi Sungai Krukut, Sungai Krukut,” kata Anies pada Minggu, 21 Februari 2021.
Menurut Anies, kondisi aliran sejumlah sungai mulai membaik setelah hujan berhenti mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Proses pemompaan yang berlangsung hingga dini hari membantu mengurangi banjir di sejumlah ruas jalan.
Alhamdulillah tadi malam sudah mulai surut dan proses pemompaan terus dilakukan hingga menjelang subuh (Minggu), jadi kita lihat pagi ini, jalanan sudah kering dan kendaraan bisa lewat dengan baik, kata Anies.
Pemprov DKI Jakarta mencatat Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, Sungai Sunter, dan Sungai Pesanggrahan telah kembali normal pada Minggu pagi. Sebelumnya, hujan deras sejak Jumat malam menyebabkan kenaikan permukaan air di sejumlah sungai.
Anies juga menjelaskan, tingginya curah hujan di kawasan hulu sekitar Depok memicu peningkatan arus menuju Jakarta. Air melewati Sungai Mampang dan Sungai Krukut sebelum kedua aliran tersebut bertemu di belakang LIPI dan bergerak menuju kawasan Sudirman.
“Di hulu tercatat curah hujan sangat tinggi 136 mm per hari. Kemudian air melewati dua sungai, satu sungai Mampang dan dua sungai Krukut. Kedua aliran itu bertemu di belakang LIPI.
Kemudian mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini dampak dari air yang dikirim dari pusat sekitar Depok, kata Anies.
Meski sejumlah sungai sudah kembali normal, namun arus kiriman dari Tangerang masih menambah debit Sungai Angke. Kolam-kolam masih banyak ditemukan di pemukiman warga di sisi kanan dan kiri sungai.
Anies mengatakan, pengurangan debit air di hulu Sungai Angke tidak serta merta menghilangkan genangan di Jakarta karena air membutuhkan waktu untuk sampai ke hilir. Sungai tersebut mengalir ke kawasan Cengkareng.
“Kalau di hulu sungai Angke seperti ketemu teman-teman (wartawan) sudah mulai ada penurunannya, tapi butuh waktu beberapa jam untuk kemudian turun ke Jakarta, ini semua dari Angke sampai Cengkareng,” kata Anies.
Dalam penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan pompa mobile di kawasan Sudirman dan Kemang untuk menyalurkan air menuju Kanal Banjir Barat. Petugas juga membersihkan sampah di aliran sungai dan menangani warga yang mengungsi di posko darurat.
Jumlah posko pengungsian berkurang dari 44 menjadi 10 lokasi. Menurut Anies, sisa posko tersebut masih digunakan sementara warga untuk berlindung sambil membersihkan rumahnya dari sisa-sisa banjir.
“10 ini masih digunakan dan seperti pengalaman selama ini, pengungsi tidak terus menerus berada di pengungsian, mereka menggunakannya sebagai tempat sementara sambil membersihkan rumahnya, sehingga lokasi-lokasi tersebut akan tetap dipertahankan hingga mereka benar-benar bisa kembali ke rumahnya,” kata Anies.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














