Mahasiswa Perancis protes (antara)
Besok akan dikerahkan 70.000 anggota polisi dan gendarmerie, kata Nunez dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).
Selain personel polisi dan gendarmerie, pihak berwenang berencana melibatkan personel militer serta satuan elit khusus dari kedua institusi tersebut. Puluhan ribu petugas tersebut tidak akan menangani ketertiban secara langsung di lokasi demonstrasi, melainkan akan menjaga gedung dan menjalankan tugas penunjang aparat penegak hukum.
Nunez menambahkan helikopter, drone, kendaraan lapis baja, dan meriam air juga akan dikerahkan. Protes ini dimulai pada pertengahan September, ketika siswa sekolah menengah dan universitas turun ke jalan di pinggiran kota Paris menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Para pelajar kemudian bergabung dengan warga yang kecewa dengan kenaikan harga tersebut, sehingga protes pun meluas ke berbagai wilayah di Prancis. Puncaknya terjadi pada demonstrasi nasional Sabtu (17/10/2026) lalu, yang menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis dihadiri sekitar 550.000 orang.
Dalam aksi tersebut, aparat keamanan menggunakan gas air mata, granat setrum, dan meriam air untuk menghadang para demonstran.
Sumber: Antara
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














