Setelah viral, Balai TNBG mengirimkan tim gabungan dengan Gakkum Wilayah 1 Sumut

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pekerja tambang emas ilegal di kawasan TNBG Madina (ist)

MADINA (Mandailing Online) – Setelah viral dan menjadi sorotan tajam masyarakat, Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) akhirnya mengambil tindakan.

Seiring dengan viralnya pemberitaan mengenai aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan konservasi Aek Nabontar, TNBG Center yang berkantor pusat di Panyabungan segera menyiapkan Tim Aksi Gabungan.

Kepala TNBG Center Agusman melalui KTU Herbet Aritonang, Sabtu (24/10/2026) mengungkapkan kepada media, pihaknya sudah berada di lapangan.

Terima kasih atas informasinya rekan-rekan media. Saat ini kami sedang menyiapkan tim gabungan untuk menangani Aek Nabontar. Saat ini tim dari TNBG sedang berada di lapangan menangani kasus serupa bersama tim dari Balai Gakkum Wilayah 1 Sumatera. Mohon dukungannya untuk melakukan penanganan kembali kepada Aek Nabontar, kata Herbet Aritonang.

Pernyataan tersebut keluar setelah media mengungkap dugaan kuat pelaku PETI asal Jorong Panggambiran, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah menyusup ke hutan konservasi TNBG dan mengeksploitasi kekayaan alam Mandailing Natal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya, aktivitas ilegal tersebut menggunakan alat berat. Saat ini 2 unit ekskavator telah beroperasi di Aek Nabontar, dan 1 unit lagi sedang dalam proses pemindahan ke lokasi.

Artinya, ada 3 unit ekskavator yang menjadi sasaran operasional tim gabungan TNBG dan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah I Sumatera.

Masyarakat berharap tim gabungan ini tidak masuk angin dan justru menyita ekskavator serta menangkap aktor intelektual di balik perusakan hutan konservasi. Pasalnya, TNBG merupakan rumah bagi satwa dilindungi seperti Harimau Sumatera dan paru-paru dunia. Jika PETI dibiarkan, yang hilang bukan hanya emas Madinah, tapi juga masa depan ekosistemnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Soal Polemik Ijazah, Jusuf Kalla: Saya Sebenarnya Bela Jokowi
Basarnas dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tandatangani MoU untuk Mendukung Pengoperasian LRT Jabodebek
BMKG: 6 Pesisir Lampung Potensi Banjir Rob 26-31 Oktober
James Bond Terbaru Masuk Tahap Screen Test, Siapa Saja Aktor yang Ikutnya? Simak Bocoran Finalisnya!
Terkait penanganan kasus ijazah Wakil Presiden Gibran, Prabowo disebut sudah memberikan sinyal melalui Bareskrim
Bupati Kutim Apresiasi Simposium Sangatta Neuroscience Update, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Baik
Uji Coba Prasmanan MBG di Mataram, Ini Hasilnya
Ahmad Ali: PSI Tidak Bisa Hanya Andalkan Sosok Jokowi untuk Jadi Juara
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:21 WIB

Soal Polemik Ijazah, Jusuf Kalla: Saya Sebenarnya Bela Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Basarnas dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tandatangani MoU untuk Mendukung Pengoperasian LRT Jabodebek

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:41 WIB

BMKG: 6 Pesisir Lampung Potensi Banjir Rob 26-31 Oktober

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:20 WIB

James Bond Terbaru Masuk Tahap Screen Test, Siapa Saja Aktor yang Ikutnya? Simak Bocoran Finalisnya!

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Terkait penanganan kasus ijazah Wakil Presiden Gibran, Prabowo disebut sudah memberikan sinyal melalui Bareskrim

Berita Terbaru

Headline

Soal Polemik Ijazah, Jusuf Kalla: Saya Sebenarnya Bela Jokowi

Minggu, 25 Okt 2026 - 05:21 WIB

Headline

BMKG: 6 Pesisir Lampung Potensi Banjir Rob 26-31 Oktober

Minggu, 25 Okt 2026 - 04:41 WIB