Sering Ngemil Larut Malam Studi Terbaru Memperingatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi(Luar Biasa)

KEBIASAAN mengonsumsi jajanan atau ngemil di malam hari ternyata mempunyai bahaya tersendiri bagi kesehatan organ dalam. Sebuah studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterologi dan Hepatologi Klinis mengungkapkan bahwa kebiasaan makan larut malam memiliki risiko yang signifikan terhadap peningkatan penyakit liver, termasuk penyakit hati berlemak (hati berlemak) menjadi sirosis.

Dikutip dari Pos New YorkPenelitian ini menegaskan bahwa kualitas kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga waktu atau ritme mengonsumsinya.

salah satu penulis penelitian, Dr. Andrew W. McHill, menjelaskan bahwa tubuh memiliki jam biologis internal yang sangat sensitif terhadap pola keseharian manusia. “Kami berulang kali menemukan bahwa waktu dalam sehari untuk berbagai aktivitas, baik tidur, makan, atau berolahraga, sangat berpengaruh pada kondisi fisik,” ujarnya.

Peningkatan Risiko Hingga 30 Persen dan Bahaya Kerusakan Hati

Studi komprehensif yang mengamati hampir 200.000 partisipan selama rata-rata 16 tahun ini mendefinisikan makan larut malam sebagai aktivitas mengonsumsi camilan setelah makan malam atau menjelang waktu tidur.

Beberapa poin krusial dari hasil penelitian antara lain:

  • Peningkatan Risiko Penyakit Liver: Individu dengan kebiasaan ngemil pada larut malam memiliki peningkatan risiko terkena gangguan kesehatan liver sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak makan sebelum tidur.
  • Pemicu MASLD: Kebiasaan ini memicu penumpukan lemak berlebih di hati yang dikenal dengan penyakit hati steatotik terkait disfungsi metabolik (MASLD). Jika tidak diobati, peradangan akibat MASLD dapat memburuk menjadi kerusakan jaringan parut permanen (fibrosis parah) dan bahkan sirosis.
  • Dampak Sirosis: Sirosis membuat hati gagal menjalankan fungsi vitalnya, seperti memproduksi protein, membersihkan darah dari racun, melawan infeksi, dan mencerna makanan. Gejalanya meliputi kelelahan kronis, kulit/mata kuning (penyakit kuning), badan mudah memar, gatal parah, batu empedu, dan komplikasi gagal ginjal.
  • Mekanisme Jam Sirkadian: Hati memiliki jam sirkadian internal untuk mengatur metabolisme. Ketika seseorang makan di malam hari, ketika jam biologis tubuh harus fokus pada istirahat dan tidur, kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan secara efisien akan sangat berkurang.

Namun, penulis utama studi tersebut, Dr. Robert Wilechansky mencatat bahwa dari semua penderita penyakit hati berlemak, hanya sebagian kecil yang berkembang menjadi kondisi serius seperti sirosis hati. Namun menghindari camilan larut malam merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan untuk menjaga fungsi metabolisme hati tetap optimal.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Menko Polhukam menegaskan penegakan hukum dilakukan dalam penanganan karhutla
Sebanyak 50 ribu warga Ende belum terlayani MBG, Satgas dorong perluasan SPPG
Video Pria Berkostum Wanita di Kafe Pekanbaru Viral, Yasser Hamidi: Pemerintah Harus Tegas
Sidang Kasus Perdagangan Sisik Trenggiling 64 Kg Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Hukuman Konservasi Terbaru – Kalimantan Kita
Jelang aksi demo di Tugu Tani, berikut 5 poin besar tuntutan mahasiswa
BEI Menghapus 80 Saham Sangat Terkonsentrasi (HSC) dari Perhitungan IHSG demi Gambaran Pasar yang Wajar
Di tengah persoalan RI yang terus menerus, Anies Baswedan pamer prestasi
Update Hasil Pengukuran Kualitas Udara per 19 Oktober 2026, Dinkes Tidore Sasar Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Menko Polhukam menegaskan penegakan hukum dilakukan dalam penanganan karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Sebanyak 50 ribu warga Ende belum terlayani MBG, Satgas dorong perluasan SPPG

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Video Pria Berkostum Wanita di Kafe Pekanbaru Viral, Yasser Hamidi: Pemerintah Harus Tegas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Sidang Kasus Perdagangan Sisik Trenggiling 64 Kg Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Hukuman Konservasi Terbaru – Kalimantan Kita

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Jelang aksi demo di Tugu Tani, berikut 5 poin besar tuntutan mahasiswa

Berita Terbaru