JAKARTA, AFU.ID — Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul narasi yang menyebut pembacaan surat Al-Ahzab ayat 70-73 saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk sindiran terhadap kepala negara. Penuturan tersebut kemudian menuai beragam penafsiran karena ayat yang dibacanya mengandung pesan tentang kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Banyak netizen yang mempertanyakan maksud ayat tersebut dan alasannya dikaitkan dengan kepemimpinan. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai ayat tersebut merupakan nasihat umum dan tidak ditujukan kepada tokoh tertentu.
Perdebatan terutama berpusat pada Surat Al-Ahzab ayat 70 yang memuat istilah qaulan sadida. Berdasarkan terjemahan resmi Kementerian Agama RI, ayat ini berisi perintah agar orang beriman bertakwa kepada Allah dan mengucapkan kata-kata yang benar. Selama bertahun-tahun, ayat ini sering digunakan dalam ceramah, khotbah dan pendidikan Islam sebagai pengingat akan pentingnya kejujuran. Oleh karena itu, banyak orang mengasosiasikannya dengan etika kepemimpinan dan tanggung jawab moral.
Pesan ini dilanjutkan pada ayat 71 yang menjelaskan bahwa kejujuran dan ketakwaan akan membawa perbaikan amal dan pengampunan dosa. Ayat ini juga menegaskan bahwa orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan meraih kemenangan yang besar. Dalam banyak kajian Islam, ayat 70 dan 71 dipahami sebagai satu kesatuan yang menekankan pentingnya integritas dalam hidup. Nilai ini berlaku bagi seluruh umat Islam tanpa memandang status sosial atau kedudukan.
Sedangkan surat Al-Ahzab ayat 72 berbicara tentang amanah yang diberikan kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Dalam terjemahan Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa setiap orang enggan mengemban amanah tersebut karena beratnya tanggung jawab yang menyertainya. Kepercayaan itulah yang kemudian ditanggung oleh manusia. Karena mengandung pesan tentang tanggung jawab yang besar, ayat ini sering dikaitkan dengan tugas kepemimpinan, jabatan publik, dan kewajiban menjaga amanah.
Paragraf 73 menjelaskan konsekuensi pelaksanaan mandat ini. Ayat ini menyatakan bahwa akan ada balasan bagi orang yang mengkhianati amanahnya dan rahmat bagi orang yang beriman dan bertaubat. Rangkaian ayat 70 hingga 73 merupakan pesan utuh mengenai kejujuran, amanah, tanggung jawab dan pertanggungjawaban dihadapan Tuhan. Karena itulah ayat-ayat tersebut sering dijadikan bahan renungan di berbagai forum keagamaan.
Istilah qaulan sadida sendiri menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan dalam polemik ini. Secara umum istilah ini dipahami sebagai kata-kata yang benar, lurus, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Para ulama juga menjelaskan bahwa qaulan sadida tidak hanya berarti tidak berbohong, tetapi juga menyampaikan kebenaran secara akurat dan adil. Nilai inilah yang membuat ayat ini sering dikaitkan dengan karakter ideal seorang pemimpin.
Ramainya pembahasan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 bermula setelah beredar artikel di media sosial yang menafsirkan pembacaan ayat tersebut sebagai sindiran terhadap Presiden Prabowo saat berkunjung ke Gontor. Narasi ini kemudian menyebar luas dan memunculkan beragam penafsiran masyarakat. Namun sejumlah pihak menilai pembacaan ayat suci Alquran di pesantren merupakan bagian dari tradisi pemberian doa, nasehat, dan pengingat akhlak universal. Perbedaan tafsir inilah yang membuat Surat Al-Ahzab ayat 70-73 kembali menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. (RHU)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














