RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Nasional Pengelolaan Gambut dan Mangrove (BPGMN). Pembentukan badan ini dilakukan dalam rapat terbatas (Ratas) penanganan karhutla yang dihadiri para pakar dan akademisi dari perguruan tinggi tanah air.
“Presiden mengambil keputusan untuk membentuk badan bernama Badan Nasional Pengelolaan Gambut dan Mangrove atau disingkat BPGMN. Tujuannya untuk melakukan pencegahan karena semua orang sadar bahwa pencegahan jauh lebih efisien dibandingkan tindakan reaktif,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, usai rapat yang dipimpin Presiden Prabowo, Kamis, 24 September 2026.
Dia membenarkan BPGMN berada langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto. Raja Juli menegaskan, BPGMN akan berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang akan dibubarkan pada tahun 2024.
“Lembaga ini berbeda dengan BRGM, sebelumnya berada di bawah Kementerian Kehutanan, sebelum dibubarkan, DIPA berada di bawah Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, Presiden Prabowo mengarahkan lembaga ini berada langsung di bawah presiden,” ujarnya.
Raja Juli menjelaskan, pengurus BPGMN diisi oleh para ilmuwan dan akademisi. Ia memastikan BPGMN tidak tumpang tindih dengan kementeriannya.
“Tidak (tumpang tindih). Terus terang saya yang mengusulkan ke Presiden, bahwa sebelumnya kita punya BRGM dengan kewenangan terbatas,” ujarnya.
Ia mengatakan dengan anggaran yang cukup, keberadaan BPGMN dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan berbasis gambut di enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Keenam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan BRIM dan para ahli akan menyiapkan solusi teknologi. Arif menegaskan, Presiden Prabowo sangat mengapresiasi peran ilmuwan dalam penanganan karhutla.
“Solusi teknologi apa saja yang ada? Tadi sudah kami sebutkan water injection, lalu juga soal pompa di tingkat desa. Lalu juga material alternatif untuk pemadaman,” kata Arif.
“Tadi Pak Presiden sangat mengapresiasi kehadiran para peneliti dan ilmuwan. Karena Pak Presiden sangat mengapresiasi kepakaran para peneliti, ilmuwan, baik yang berasal dari BRIN maupun dari perguruan tinggi,” ujarnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














