Beri Saran kepada BGN Soal MBG, Wagub Jateng: Jangan Saling Lempar SOP

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Sebanyak 136 siswa dan satu guru di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (8/9/2026).


REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin mengatakan, Pemprov Jateng telah memberikan sejumlah masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemberian masukan tersebut sekaligus menyikapi terjadinya sejumlah kasus dugaan keracunan MBG di beberapa daerah di Jawa Tengah pada bulan ini.

“Kemarin kita sudah memberikan masukan, baik ke BGN, ke pemerintah pusat, mengenai hal-hal yang perlu diserahkan, perizinan, ada (terkait) kebersihan, ada halal, lalu SOPnya jangan membuang-buang. Kita harus benar-benar bertanggung jawab,” kata Yasin saat ditanya soal kasus keracunan MBG khususnya di Kabupaten Pati yang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa, Senin (21/9/2026).

Yasin menambahkan, pihaknya juga memberikan saran terkait pengadaan bahan baku oleh unit pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). “Pengadaan barang harus benar-benar selektif dan harus merangkul UMKM dan petani,” ujarnya.

Sementara itu terkait pendistribusian dan penyajian MBG, Yasin kembali mengingatkan BGN mengenai pentingnya ketepatan waktu. Dijamin tepat waktu. Karena SPPG melayani dalam jumlah besar dan posisinya tidak di tempat yang sama, ujarnya.

“Kami putuskan ke sana dan sudah kami laporkan ke pemerintah pusat, karena tugas kami hanya mengawasi. Keputusan di atas,” tambah Yasin.

Sepanjang September 2026, kasus dugaan keracunan MBG terjadi di sejumlah sekolah di beberapa daerah di Jawa Tengah, antara lain di Rembang, Blora, dan Pati. Berdasarkan perhitungan Republikjumlah pelajar yang terdampak mencapai lebih dari 1.400 orang. Mereka mengalami gejala seperti mual, mulas, muntah dan diare. Puluhan pelajar terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di rumah sakit.


Memuat…




Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru