LindungiHutan Raih Penghargaan Eco-Resilient Agent di EPSA 2025

- Redaksi

Minggu, 7 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LindungiHutan berhasil meraih penghargaan Eco-Resilient Agent: Agen Perubahan Tangguh untuk Bumi dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025 yang digelar di Padma Hotel Semarang, Minggu (31/8/2025).

EPSA 2025 merupakan ajang penghargaan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. Ajang ini ditujukan untuk perusahaan maupun non-perusahaan yang berkomitmen menerapkan inovasi teknologi guna menjaga stabilitas dan keberlangsungan lingkungan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tamu kehormatan, di antaranya perwakilan Universitas Diponegoro, pejabat pemerintah, serta 43 perusahaan pendukung inisiatif lingkungan. Hadir pula tokoh-tokoh penting, seperti Kepala Departemen Teknik Lingkungan, Dekan Fakultas Teknik, Rektor Universitas Diponegoro, Walikota Semarang, Gubernur Jawa Tengah, hingga pakar lingkungan nasional Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. serta Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut. M.P.

Kategori Eco-Resilient Agent diberikan kepada LindungiHutan sebagai bentuk apresiasi atas solusi inovatif serta kemampuan beradaptasi tinggi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurut panitia, kategori ini lahir dari keyakinan bahwa ketahanan lingkungan hanya dapat dicapai melalui inovasi terukur, sistem ramah lingkungan, dan komitmen berkelanjutan.

CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada tim dan relawan LindungiHutan.

“Terima kasih kepada Penyelenggara dan Dewan Juri yang telah memilih LindungiHutan sebagai penerima penghargaan Eco-Resilent Agent pada EPSA. Apa yang kami capai tidak lepas dari dukungan seluruh tim internal dan para donatur, sponsor, relawan, dan mitra petani yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ben.

Sejak berdiri pada 2016, LindungiHutan telah menjadi wadah kolaborasi ribuan relawan dan mitra lokal. Hingga 2024, lebih dari 1 juta pohon berhasil ditanam di 30+ lokasi bersama 600+ mitra di berbagai daerah, termasuk Semarang, Banten, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Seribu. Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga pada pemberdayaan petani serta komunitas pesisir.

Panitia EPSA menilai LindungiHutan berhasil menghadirkan model konservasi berbasis teknologi, seperti crowdfunding dan sistem monitoring digital, yang memperkuat transparansi serta akuntabilitas program penanaman pohon. Dedikasi ini dipandang sejalan dengan semangat EPSA dalam mendorong transformasi hijau dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi masa depan berkelanjutan.

“Di tengah laju deforestasi dan krisis iklim, LindungiHutan bukan hanya menjadi penggerak gerakan penghijauan, tetapi juga jembatan yang mempertemukan masyarakat, relawan, dan perusahaan untuk menjaga paru-paru Bumi,” ujar perwakilan panitia dalam sambutannya.

EPSA 2025 diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi pelaku industri, komunitas, maupun inisiatif lingkungan lain untuk terus berinovasi menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tapi jadi penambah motivasi untuk cita-cita bersama menghijaukan Indonesia!” tutup Ben.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru