Payakumbuh – Sebanyak 62.060 warga Kota Payakumbuh ditargetkan menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bersama Komisi IX DPR RI.
Jumlah tersebut terdiri dari 50.499 siswa sekolah serta 11.561 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini disosialisasikan di Aula Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh, Rabu (06/08/2025), dengan tema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia”.
Acara dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wal Asri, yang hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh. Hadir pula Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, Tenaga Ahli Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala, Anggota DPRD Kota Payakumbuh Mardion Fernandes, Ketua TP PKK Kota Payakumbuh Eny Muis Zulmaeta, Ketua GOW, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan.
Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Staf Direktorat Edukasi Gizi, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Yasmien Nuur Ditrie, bersama kepala OPD terkait, camat, dan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Wal Asri menyampaikan, program MBG merupakan implementasi visi Presiden RI untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, sesuai Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
“Kegiatan makan bergizi gratis ini adalah wujud kepedulian terhadap pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak. Makanan bergizi bukan sekadar mengenyangkan, tetapi menjadi pondasi bagi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia berharap, pada 2025 seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Payakumbuh sudah beroperasi penuh untuk melayani seluruh penerima manfaat. Wal Asri juga mengajak organisasi perempuan seperti TP PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan serta seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi menyukseskan program tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama menilai, masalah gizi masih menjadi tantangan besar pembangunan kesehatan di Indonesia, mulai dari stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga obesitas.
“Hadirnya Badan Gizi Nasional adalah langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan kebijakan gizi berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ade menambahkan, SPPG dirancang untuk melayani 2.000–3.000 siswa dari 10–18 sekolah. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat umum, dapat memahami peran Badan Gizi Nasional dan mendukung penuh program ini.
Sosialisasi ini menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketahanan gizi nasional melalui pendekatan komunitas, digitalisasi, dan pelibatan multisektor. Pemko Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk mengawal program MBG agar tepat sasaran demi masa depan generasi emas Indonesia. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita: Pemko Payakumbuh















Komentar