Prakiraan Cuaca Indonesia Pekan 22 – 28 September 2026: Sebaran Asap dan Karhutla Masih Memprihatinkan, Hujan Lebat Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah – Potensi Hujan Seminggu Depan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebaran asap dan karhutla masih menjadi kekhawatiran, hujan lebat masih terjadi di sejumlah wilayah

Suasana relatif kering masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya sebagian Sumatera dan Kalimantan. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan yang tinggi selama 10 hari terakhir. Hingga 21 September 2026, konsentrasi titik api tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah sebanyak 5.283 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 1.485 titik, Kalimantan Barat sebanyak 1.357 titik, Kalimantan Selatan sebanyak 498 titik, dan Kalimantan Timur sebanyak 433 titik. Sebaran titik panas yang cukup tinggi ini terjadi bersamaan dengan masih adanya laporan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain di beberapa wilayah Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Papua Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Di tengah suasana yang relatif kering tersebut, hujan lebat masih terjadi secara lokal di beberapa wilayah Indonesia. Pada periode 18-20 September 2026, hujan lebat tercatat di Sumatera Barat sebesar 75 mm/hari, Kalimantan Barat 70 mm/hari, Jawa Barat 58 mm/hari, dan Kalimantan Utara 53 mm/hari. Peristiwa hujan ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor atmosfer, seperti Gelombang Kelvin dan aktivitas Gelombang Rossby Khatulistiwakondisi suhu permukaan laut yang relatif hangat di sejumlah perairan, serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah Indonesia. Kombinasi kondisi tersebut meningkatkan ketersediaan uap air dan mendukung proses pengangkatan massa udara, sehingga pertumbuhan awan hujan terus terjadi di sejumlah wilayah, meski kondisi relatif kering masih terjadi di wilayah lain.

Dinamika Atmosfer Minggu Depan

Kondisi iklim global saat ini masih terlihat Peristiwa El Nino Kategori Sangat Kuat, dengan nilai SOI -20,3 dan indeks NINO3,4 +2,51. Kondisi tersebut secara umum mengurangi potensi terbentuknya awan hujan di Indonesia. Selain itu, nilai DMI rata-rata mingguan sebesar +0,7 menunjukkan dominannya massa udara di Samudera Hindia yang bergerak menjauhi wilayah Indonesia sehingga berpotensi mengurangi pasokan uap air dari wilayah barat Indonesia secara signifikan. Sejalan dengan kondisi tersebut, pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih dalam kategori rendah hingga sedang, berkisar 0–150 mm per hari. Curah hujan kategori rendah terutama masih mendominasi sebagian wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.

Namun sejumlah dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan secara regional diperkirakan akan aktif dalam beberapa hari ke depan. Pada tanggal 22–23 September 2026, aktivitas MJO diprediksi secara spasial di sebagian besar wilayah Sumatera. Gelombang Rossby Khatulistiwa juga diperkirakan aktif di sebagian besar perairan Kalimantan dan sekitarnya, antara lain Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kepulauan Natuna, Perairan Natuna, dan Laut Cina Selatan. Kondisi tersebut sejalan dengan hasil analisis yang menunjukkan potensi peningkatan aktivitas konvektif di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi tengah hingga selatan, serta sejumlah perairan sekitarnya.

Selain pengaruh MJO dan Gelombang Rossby Khatulistiwa, sirkulasi siklon diperkirakan akan terbentuk di Laut Cina Selatan di timur Vietnam, serta di Samudera Pasifik di timur Filipina dan utara Papua. Sistem ini membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang dapat meningkatkan penumpukan massa udara dan mendukung tumbuhnya awan hujan di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan Utara, dan sebagian Papua. Kondisi ini diperkuat dengan masih kuatnya labilitas atmosfer lokal di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, sehingga hujan masih berpeluang terjadi secara lokal meski kondisi iklim global cenderung lebih kering.

Di sisi lain, peningkatan kecepatan angin permukaan lebih dari 25 knot masih berpotensi terjadi di Laut Andaman, Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores bagian barat, dan Laut Banda bagian selatan. Hal ini dapat mendukung peningkatan tinggi gelombang di perairan tersebut sehingga masyarakat harus tetap waspada.

Potensi Hujan dalam Seminggu Kedepan
Periode 22 – 24 September 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah, berawan hingga hujan ringan. Membutuhkan Hati-Hati terjadi peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan potensi wilayah terjadinya sebagai berikut:

  • Waspada (hujan lebat – lebat sekali): Sumatera Utara.
  • Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua Selatan.

Periode 25 – 28 September 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah, berawan hingga hujan ringan. Membutuhkan Hati-Hati terjadi peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan potensi wilayah terjadinya sebagai berikut:

  • Waspada (hujan lebat – sangat lebat): Nihil
  • Angin Kencang: Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

Menarik

Masyarakat diimbau terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering seiring berlanjutnya musim kemarau. Penggunaan tabir surya diperlukan untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.

Ketika kondisi kekeringan semakin parah, masyarakat dan pemerintah daerah disarankan untuk menghemat penggunaan air dan meningkatkan kesadaran akan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. BMKG meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api.

Meski musim kemarau masih dominan, namun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Oleh karena itu, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir yang mungkin terjadi.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman aplikasi InfoBMKG dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pemutakhiran pada tanggal 21 September 2026 pukul 17.00 WIB.

Jakarta, 21 September 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

– Klik link ini jika PDF diatas tidak muncul.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gugatan Denny Soal Pendidikan Gibran Ditolak KPU, Ini Alasan Pencalonannya Dinilai Masih Sah
Rp 110 T Bisa Kuliah Gratis untuk 10 Juta Pelajar, Darmaningtyas: Anggaran MBG Sebenarnya Rp 235 T – Beritabuanaco
5.962 Pekerja Informal Maybrat Terlindung Melalui Program Jamsostek
Update Harga BBM Hari Ini 25 September Pertamax Turbo Cs Naik
Presiden Prabowo Minta Grand Design Program Pendidikan 2027
Update Lisa Mariana yang Dilaporkan Kasus Penipuan, Dewi Wulan: Selangkah Lagi Masuk Penjara!
Cara Daftar BPJS Kesehatan Online 2026: Syarat, Langkah dan Besaran Iuran Terbaru
Klarifikasi Ditjenpas Terkait Penemuan Video Ombudsman yang Viral
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:51 WIB

Gugatan Denny Soal Pendidikan Gibran Ditolak KPU, Ini Alasan Pencalonannya Dinilai Masih Sah

Jumat, 25 September 2026 - 06:34 WIB

Rp 110 T Bisa Kuliah Gratis untuk 10 Juta Pelajar, Darmaningtyas: Anggaran MBG Sebenarnya Rp 235 T – Beritabuanaco

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

5.962 Pekerja Informal Maybrat Terlindung Melalui Program Jamsostek

Jumat, 25 September 2026 - 05:51 WIB

Update Harga BBM Hari Ini 25 September Pertamax Turbo Cs Naik

Jumat, 25 September 2026 - 05:34 WIB

Presiden Prabowo Minta Grand Design Program Pendidikan 2027

Berita Terbaru

Headline

Update Harga BBM Hari Ini 25 September Pertamax Turbo Cs Naik

Jumat, 25 Sep 2026 - 05:51 WIB

Headline

Presiden Prabowo Minta Grand Design Program Pendidikan 2027

Jumat, 25 Sep 2026 - 05:34 WIB