Kebiasaan Sederhana yang Bisa Kurangi Risiko Kebakaran

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024. Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa beberapa kebiasaan kecil yang tampaknya sepele bisa meningkatkan risiko kebakaran? Mari kita bahas agar lebih #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko kebakaran di sekitar kita.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024. Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa beberapa kebiasaan kecil yang tampaknya sepele bisa meningkatkan risiko kebakaran? Mari kita bahas agar lebih #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko kebakaran di sekitar kita.

Di bawah ini adalah kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, yang dapat menjadi sumber risiko kebakaran:

Membakar Sampah Sembarangan: Risiko membakar sampah, terutama di musim kering dan berangin, dapat memicu kebakaran karena api bisa menyebar secara tidak terkendali. Selain asap yang mengganggu lingkungan sekitar kita, bara api beterbangan dapat memicu kebakaran lahan dan pemukiman di sekitar kita.

Kegiatan Memanggang Makanan: Keseruan memasak dengan cara membakar dapat menjadi risiko ketika dilakukan tanpa pengawasan yang cukup. Menyalakan api dengan menggunakan bahan bakar secara berlebihan dan menempatkan panggangan terlalu dekat dengan bahan-bahan dan benda yang mudah terbakar juga dapat memicu kebakaran.

Merokok di Tempat Berisiko: Kebiasaan merokok, terutama di dekat bahan bakar gas atau uap dari bahan bakar lainnya, juga berisiko menyebabkan kebakaran.

Tidak Merawat Jaringan Kabel Listrik: Kabel listrik yang terkelupas atau renggang, stop kontak dengan beban listrik berlebihan, serta sambungan kabel tidak standar, rentan memicu percikan yang dapat menimbulkan kebakaran. Instalasi listrik yang sudah tua juga perlu perawatan dan penggantian secara teratur.

Kebiasaan Berisiko Lainnya: Kebiasaan sehari-hari lainnya seperti meninggalkan lilin menyala tanpa diawasi, membiarkan setrika menyala terlalu lama, dan mengisi daya (charge) perangkat hape dan gadget di atas atau dekat dengan bahan mudah terbakar seperti sofa, gorden, atau kasur juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kita juga mungkin pernah lupa mematikan kompor atau menyimpan bahan mudah terbakar terlalu dekat dengan sumber panas atau terpaparkan matahari, sehingga dapat menambah risiko kebakaran.

Jadi apa saja langkah-langkah yang dapat Sobat #SadarRisiko lakukan untuk #KurangiRisiko kebakaran?

Pisahkan sampah sesuai jenisnya sehingga dapat melakukan daur ulang. Gunakan fasilitas pembuangan sampah yang benar dan resmi serta ikuti jadwal pengambilan sampah yang tersedia.

Pasang detektor asap di area strategis sekitar rumah dan lingkungan sehingga Sobat #SadarRisiko mendapatkan peringatan awal ketika ada asap. Selain itu, siapkan alat pemadam api di rumah dan kendaraan bermotor untuk menambah kesiapan diri ketika terjadinya kebakaran.

Periksalah instalasi listrik rumah dan lingkungan kerja secara berkala. Perhatikan voltase perangkat dan jangan bebani stop kontak secara berlebihan.

Simpan bahan-bahan mudah terbakar secara aman dan terpisah serta jauh dari sumber panas seperti api, listrik, atau paparan matahari.

Siapkan diri dan keluarga atau teman-teman di sekitar lingkungan kerja dengan mengetahui cara pengoperasian alat pemadam api. Selain itu, buatlah rencana evakuasi di rumah dan ketahuilah prosedur evakuasi di tempat kerja kita.

Sobat #SadarRisiko, pencegahan kebakaran dimulai dari kebiasaan dan kewaspadaan kita sehari-hari. Bersama-sama kita bisa semakin #SadarRisiko dan #KurangiRisiko kebakaran dengan menerapkan kebiasaan aman di rumah dan lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik-topik lain agar lebih #SadarRisiko dan #KurangiRisiko, temukan di laman online dan media sosial #MASINDO.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru