JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tingginya fenomena iklim El Niño menjadi penyebab utama durasi kemarau terasa lebih lama dan datangnya musim hujan yang bergeser dari kondisi normal.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar +2,83, sedangkan indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) periode Juni–Agustus 2026 sebesar +2,20.
Kondisi tersebut menandakan Indonesia saat ini sedang dilanda fase El Niño Sangat Kuat yang diperkirakan akan mereda pada awal tahun 2027.
Baca juga: Musim Hujan di Jabar Mulai Oktober 2026, Ini Daerah yang Bakal Basah
Berapa lama musim kemarau 2026 akan berlangsung?
Sebagian wilayah Indonesia masih akan mengalami musim kemarau pada Oktober 2026, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kekeringan yang masih berlanjut hingga Oktober, seperti di Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027
BMKG memperkirakan datangnya musim hujan di sebagian besar wilayah nusantara akan tertunda (delayed) dibandingkan rata-rata klimatologi.
Sebagian besar wilayah baru akan memulai musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM/24,66% luas wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% luas wilayah).
Proses peralihan musim kemarau ke musim hujan akan berlangsung bertahap.
Baca juga: Ganjar Pranowo Buka Suara Terkait Keputusan MK Ijazah Gibran: DPR Diminta Klarifikasi Keputusan
Musim hujan dimulai pertama kali di Sumatera bagian utara, kemudian perlahan-lahan menyebar ke wilayah lain di Indonesia.
Daerah yang mengalami musim hujan mulai bulan November antara lain sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan. Kemudian musim hujan pada bulan Desember dialami sebagian wilayah Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, sebagian Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian selatan Papua Selatan.
Unduh Aplikasi KompasTV di TV Anda, kini dalam satu aplikasi untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














