Jumat, 02 Oktober 2026 – 14:40 WIB
KSP Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (ANTARA/HO-PB ISSI)
jpnn.comJAKARTA – Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai penunjukan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu poin penting dalam membaca arah reshuffle Presiden Prabowo Subianto.
Listyo sebelumnya menjabat Kapolri dan kerap dikaitkan sebagai sosok dekat Presiden Joko Widodo.
Penempatan Listyo sebagai KSP membuat narasi bahwa Prabowo melakukan pembersihan terhadap orang-orang Jokowi tidak bisa dibaca begitu saja, kata Efriza.
Menurutnya, pergantian Kapolri menjadi KSP bukan berarti Listyo dicopot dari lingkaran pemerintahan.
Padahal, Listyo tetap menduduki posisi strategis yang berhubungan langsung dengan pekerjaan Presiden.
“Prabowo tidak hanya melihat latar belakang politik seseorang. Dia juga melihat kebutuhan pemerintah,” ujarnya.
Efriza menilai pengalaman Listyo di bidang keamanan dan koordinasi antarlembaga bisa menjadi pertimbangan dalam penempatan ini.
Apalagi, kedudukan KSP terkait dengan pengawasan terhadap program dan arahan strategis Presiden.
Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai penunjukan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu poin dalam membaca arah reshuffle.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














