SURABAYA-KEMPALAN: Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Gerakan Rakyat Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Mojokerto menggelar kegiatan Kelas Kader di Astoria Convention Hall, Kota Mojokerto, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif Gerakan Rakyat, perwakilan kader dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, pengurus DPP, perwakilan organisasi sayap, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah daerah.
Ketua DPW Pergerakan Rakyat Jatim, Misranto menekankan pentingnya integritas dan dedikasi seluruh anggota dalam menjalankan organisasi. Ia mengapresiasi kehadiran perwakilan seluruh daerah di Jatim.
“Hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam kelas kaderisasi yang diadakan DPW Jatim dan dilaksanakan DPD Mojokerto. Dari 38 kabupaten/kota, insyaallah semuanya hadir,” kata Misranto.
Ia mengingatkan kader untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika perjuangan organisasi. “Kepada kader Jatim saya minta menjadi kader yang berintegritas. Jangan hanya jadi penonton, tapi jadilah kader yang berdedikasi tinggi,” jelasnya.
“Teman-teman di Jatim bukan memulai pengkaderan, tapi sudah terlibat dalam kegiatan organisasi. Untuk arahannya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan dedikasi teman-teman dari Jatim,” tambah Misranto.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid menjelaskan latar belakang lahirnya Gerakan Rakyat mulai dari tahap relawan, ormas, hingga pendirian partai politik.
“Gerakan Rakyat ini kita mulai tahun 2023. Mulai tahun 2023 kita mulai mengadakan pertemuan-pertemuan dengan kelompok relawan. Ada relawan di Jakarta, ada relawan di Jawa Timur, di Banten, dari Sabang sampai Merauke. Karena relawannya banyak sekali, maka tahun 2023 kita akan mengadakan yang namanya workshop pada tanggal 4-5 November di Bogor,” kata Sahrin.
Nah, dari situlah kekuatan-kekuatan ini sepakat kita akan membangun kerjasama yang besar. Nah, kerjasama besar itu kita sebut dengan Gerakan Rakyat. Nah, Gerakan Rakyat itu waktu itu sudah dikenal, tapi dikenal sebagai kerjasama besar kekuatan relawan. Setelah itu saudara-saudara, pada tahun 2024. Tahun 2024 kita mulai melakukan konsolidasi besar-besaran, ”lanjutnya.
Kemudian Sahrin mengungkapkan, berdirinya Partai Gerakan Rakyat didasari oleh ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Membangun Partai Gerakan Rakyat adalah jalan baru kita. Karena kita tidak percaya dengan partai politik yang ada sekarang, karena kita tidak percaya dengan wakil rakyat yang ada sekarang, kita membangun kekuatan politik kita sendiri, dan kekuatan politik itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” pungkas Sahrin.
Di sisi lain, dalam kesempatannya Tokoh Inspiratif Anies Baswedan menyampaikan pesan mendalam mengenai fokus dan hakikat perjuangan Gerakan Rakyat.
“Semangat yang ada itu semangat mengajak. Bukan semangat yang mengusir. Kita utamakan rakyat. Namanya Gerakan Rakyat. Yang ditunjukkan dan ditampilkan itu rakyatnya. Ini soal rakyatnya, bukan soal orangnya, bukan soal pengurusnya,” kata Anies.
Anies menilai kejenuhan masyarakat terhadap kondisi politik saat ini harus dijawab dengan pendekatan berbeda. “Kami berkumpul di sini karena ingin Indonesia lebih baik. Makanya pertemuan kelas kader ini penting. Kalau kita lihat suasana di masyarakat kita, banyak masyarakat kita yang menyatakan jenuh dengan politik. Banyak yang merasa politik hanya memperjuangkan orang-orang tertentu saja,” jelasnya.
Ia berpesan kepada kader Pergerakan Rakyat untuk mampu menghadirkan warna-warna baru berdasarkan ide. “Kalau bergerak di bidang politik, kita harus mengedepankan gagasan. Bagi teman-teman yang aktif di Gerakan Rakyat, kita tidak boleh tampil sama. Kita harus membawa pesan yang berbeda,” kata Anies.
Kelas Kader di Mojokerto sekaligus menjadi pengenalan terhadap organisasi sayap resmi Gerakan Rakyat, seperti Badan Penanggulangan Bencana (BAGANA), Badan Keamanan dan Pengawalan (BAKAWAL), Gerakan Perempuan, Gerakan Kaum Muda, dan Gerakan Umat Kristen Indonesia Sejahtera (GEKRIS).
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














