Di Grup B Piala ASEAN FIFA 2026, timnas Vietnam akan menghadapi Filipina pada 26 September, Thailand pada 29 September, dan Pakistan pada 2 Oktober. Tim akan bermain dalam format round-robin, dengan juara grup melaju ke final dan runner-up bertanding memperebutkan perebutan tempat ketiga. Maka dari itu, laga pembuka melawan Filipina menjadi sangat penting, apalagi tim Vietnam akan menghadapi Thailand di laga kedua.
Jadwal ini juga menyoroti satu hal penting: tim Vietnam tidak melakukan pertandingan “pemanasan” sebelum menghadapi lawan langsung. Filipina adalah tantangan pertama mereka, diikuti hanya 72 jam kemudian dengan pertandingan ulang melawan Thailand. Untuk meraih keunggulan jelang laga penentuan melawan Thailand, tim Vietnam membutuhkan tiga poin di laga pembuka.
Tim Vietnam butuh kemenangan sebelum menghadapi Thailand (berbaju biru) di laga kedua.
Tim Vietnam tidak boleh berpuas diri.
Oleh karena itu, Filipina bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Mereka telah memanggil 23 pemain untuk Piala ASEAN FIFA 2026, 20 di antaranya saat ini bermain di luar negeri. Skuad mereka terdiri dari pemain dari Thailand dan Malaysia hingga Inggris, Kroasia, Italia, Jerman, Norwegia, Denmark, dan Amerika. Menariknya, kelima striker yang dipanggil saat ini bermain di luar Filipina.
Ini adalah perbedaan yang signifikan dalam cara tim dibangun. Filipina sangat mengandalkan pemain keturunan Filipina yang bermain di luar negeri, sedangkan tim Vietnam masih mengandalkan grup inti yang sudah beberapa lama bermain bersama. Dengan turnamen yang berlangsung selama Hari FIFA, Filipina memiliki kesempatan terbaik untuk mengumpulkan skuad terbaiknya dan jelas ingin menunjukkan kemampuannya di arena FIFA baru ini.
Meski demikian, dalam hal stabilitas, tim Vietnam masih punya alasan untuk percaya diri. Pelatih Kim Sang-sik mempertahankan sebagian besar pemain inti yang membantu Vietnam meraih kesuksesan di Piala ASEAN, sekaligus menambah talenta baru seperti Nguyen Adou Leygley Minh dan Williams Minh Hoang. Dengan waktu persiapan yang terbatas, kerjasama tim antar pemain yang sudah paham dengan sistem taktis akan menjadi keuntungan yang signifikan.
Rekor head-to-head juga menguntungkan tim Vietnam. Menurut statistik skor sofa kedua tim sudah bertemu sebanyak 15 kali, dengan Vietnam menang 11 kali, seri 2 kali dan kalah 2 kali. Jika dilihat dari 9 pertemuan terakhir, Vietnam menang 6 kali, Filipina menang 2 kali, dan 1 kali seri. Yang patut dicatat, laga terakhir kedua tim di Piala ASEAN 2024 berakhir imbang 1-1 di Manila.
Timnas Vietnam memiliki rekor bagus melawan Filipina dalam beberapa pertandingan terakhir.
Namun statistik tersebut bukan berarti pertandingan mendatang akan berjalan mudah. Pada pertemuan sebelumnya di kualifikasi Piala Dunia 2026 Juni 2024, tim Vietnam kesulitan mengalahkan Filipina dengan skor 3-2 di My Dinh Stadium. Sebelumnya, Vietnam menang telak 2-0 di Stadion Rizal Memorial pada November 2023. Dua laga terakhir ini menunjukkan Filipina bisa memberikan tantangan, apalagi dengan pemain internasionalnya yang berpengalaman.
Usai laga melawan Filipina, tim Vietnam akan menghadapi Thailand pada 29 September pukul 19.30 WIB juga di Si Jalak Harupat. Laga terakhirnya pada 2 Oktober mendatang, tim Vietnam akan melawan Pakistan pada pukul 16.00 WIB di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sumber:
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














