Pengamat politik Rocky Gerung kembali mencuri perhatian publik dengan hinaan terbarunya yang ditujukan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu terjadi saat Rocky hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut “Ada Apa Seruan Kampus Kementerian Hukum” di Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (17/9/2026).
Kritik ini bermula dari pengamatan visual Rocky terhadap desain layar di atas panggung. Ia menyoroti perbedaan gambar latar belakang yang menyertai foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.
Di belakang foto Presiden Prabowo terdapat gambar bola lampu. Menurut tafsir Rocky, gambar lampu pijar merupakan simbol dari suatu ide atau proses berpikir.
Di sisi lain, ia mempertanyakan penempatan gambar mobil yang sedang ditabrak tepat di belakang foto Gibran.
Perbedaan desain visual ini memancing Rocky melontarkan komentar tajam. Dihadapan ratusan mahasiswa dan pembicara lainnya, termasuk Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, ia melontarkan pertanyaan retoris yang langsung memicu keributan di dalam ruangan.
“Otak Gibran perlu diisi ulang?” ucap Rocky di tengah forum.
Melihat antusias penonton, Rocky langsung menegaskan maksud perkataannya. Ia terang-terangan menyatakan bahwa kalimat tersebut bukanlah lelucon atau penghinaan pribadi.
Rocky memposisikan filmnya sebagai bentuk kritik argumentatif. Menurutnya, hal semacam ini merupakan cara kritis dan sah dalam ruang akademis untuk mempertanyakan dan menguji kapasitas seseorang yang menduduki jabatan pemimpin negara.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














