PMII Jember Kawal Demo Petani Silo DPRD Jember, Tolak Markas Batalyon TP

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, JatimUpdate.id – Puluhan petani Desa Silo bersama Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) cabang Jember menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jumat (18/09/2026).

Aksi bertajuk “Silo Menggugat: Bebaskan Silo dari Bayang-Bayang Militerisme” menolak keras rencana pembangunan markas Batalyon TP di lahan yang digarap oleh KHDPK (Kawasan Hutan Pengelolaan Khusus) Desa Silo.

Ketua PC PMII Jember Mohammad Taufiqur Rahman menjelaskan, pengunjuk rasa menilai rencana pembangunan pangkalan militer mengancam hak hidup petani setempat.

Lahan yang disasar untuk dikembangkan adalah kawasan yang mempunyai SK HKm (Hutan Kemasyarakatan) yang telah dikelola oleh para petani untuk mencari nafkah.

Konversi lahan dianggap menghancurkan kedaulatan pangan masyarakat dan menghilangkan sumber penghidupan mereka.

Dalam keterangan resminya, PC PMII Jember menegaskan, gerakan perlawanan petani ini merupakan upaya mempertahankan hak bercocok tanam.

“Kami mendesak pemerintah membatalkan rencana ini. Negara harus mengutamakan hak ekonomi rakyat dan menyelesaikan konflik secara adil,” tegas mereka.

Koordinator Aksi menegaskan, sesuai kesepakatan RDP pada 18 Juni 2026, masing-masing pihak sepakat untuk saling menahan diri.

Namun yang terjadi, di lapangan mereka (TNI) masih melakukan aktivitas, ujarnya.

Hal ini menuntut tindakan nyata, bukan janji. “Kami tidak ingin ada janji lagi, kami ingin bukti nyata,” ujarnya.

Aksi massa ini ditemui langsung Wakil Ketua DPRD Widarto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Fuad Akhsan, Ketua Komisi A Budi Wicaksono, Ketua Komisi B Candra Ary Fianto, serta Anggota DPRD Kabupaten Jember H Nanang Moh Natsir, Nurhuda Candra Hidayat, dan Ikbal Wilda Fardana.

Widarto dalam keterangannya menegaskan, DPRD Kabupaten Jember tetap berpegang teguh pada hasil RDP yang dilaksanakan pada Juli 2026. “DPRD Kabupaten Jember sebenarnya masih konsisten dengan hasil RDP, untuk menyerahkan permasalahan ini ke Kementerian Kehutanan,” ujarnya.

Meski sudah keluar surat keputusan yang menyatakan lahan seluas 50 hektare itu menjadi Perhutanan Sosial yang dikelola Gapoktan setempat, Widarto menyatakan semua pihak wajib saling menahan diri jika Kementerian Kehutanan menyetujui pembangunan Batalyon TP, begitu pula sebaliknya. “Sampai ada keputusan dari kementerian, kami berharap tidak ada kegiatan, baik pengukuran, pemasangan patok, atau kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menanggapi informasi dugaan kegiatan yang dilakukan TNI, Widarto menyatakan masih perlu memastikan kebenarannya. “Apakah itu benar dilakukan oleh TNI, atau pihak lain,” ujarnya.

Widarto menjelaskan, DPRD Kabupaten Jember bersama petani dan pihak yang bersengketa telah mengunjungi perwakilan Kementerian Kehutanan di Yogyakarta.

“Perwakilan Kementerian Kehutanan di Yogyakarta memastikan bersedia menghapus lahan tersebut dari peta perhutanan sosial, jika Gapoktan atau petani yang menggarapnya mau menandatangani,” jelasnya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi warga terkait kegiatan yang dilakukan TNI, Widarto merasa perlu memastikannya. Kalau benar kenapa mereka (TNI) melakukan kegiatan di luar perjanjian, ujarnya. (#)

Penyunting :

Tajuk rencana


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Dirjen Pajak Tetapkan Pajak Penghasilan Marketplace Berlaku 1 November 2026
Gelar Demo, IMM Labura Tuntut Tanggung Jawab SPPG Polsek Labuhanbatu 2 Aek Kanopan
Komitmen Prabowo pada Dunia Pendidikan: Biaya SD hingga Perguruan Tinggi Negeri Harus Gratis!
PUBG Mobile Update 4.6 Midnight Hunters: Mode Vampir Baru, Senjata Meta, dan Tips WWCD September 2026
Basarnas Amati Posisi KM Virgo Gunakan Robot Bawah Air untuk Menghapus Bangkai Kapal
Pria 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Rawa Kebun Lado
Terpopuler: Update Pasar Transfer Persib Usai Kalahkan FC Seoul, 12 Pemain Luar Negeri Perkuat Indonesia di FIFA ASEAN Cup
Ngeri! Pantau Asap Hutan dan Kehutanan RI dari Singapura, Anies Baswedan: Warga Kita Dibunuh Perlahan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 04:34 WIB

Dirjen Pajak Tetapkan Pajak Penghasilan Marketplace Berlaku 1 November 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 04:17 WIB

Gelar Demo, IMM Labura Tuntut Tanggung Jawab SPPG Polsek Labuhanbatu 2 Aek Kanopan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:51 WIB

Komitmen Prabowo pada Dunia Pendidikan: Biaya SD hingga Perguruan Tinggi Negeri Harus Gratis!

Sabtu, 19 September 2026 - 03:34 WIB

PMII Jember Kawal Demo Petani Silo DPRD Jember, Tolak Markas Batalyon TP

Sabtu, 19 September 2026 - 03:17 WIB

PUBG Mobile Update 4.6 Midnight Hunters: Mode Vampir Baru, Senjata Meta, dan Tips WWCD September 2026

Berita Terbaru