Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak hanya menimpa warga dalam negeri saja, namun pencemarannya hingga ke negara tetangga.
Hal itu diungkapkan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengaku langsung menyoroti parahnya dampak asap karhutla saat berada di Singapura.
Melalui pantauannya dari ketinggian lantai 30 gedung perkantoran Google Singapura, Anies menceritakan kondisi memprihatinkan di mana langit Negeri Singa tampak tertutup kabut asap yang cukup tebal.
Melihat dampak lintas batas tersebut, Anies memberikan peringatan keras sekaligus keprihatinannya terhadap nasib masyarakat Indonesia yang berada di episentrum kebakaran.
“Ini bencana yang harus segera diatasi. Jangan sampai warga kita mati perlahan karena asap,” tegas Anies Baswedan dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).
Anies menjelaskan, bahaya asap kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan terbukti menyebar jauh dan menembus batas wilayah udara Singapura. Negara tetangga pun terpaksa menanggung dampak bencana ekologis ini.
“Kalau di Singapura seperti ini, bagaimana dengan warga yang dekat dengan sumber pencemaran?” dia bertanya.
Ia yakin kualitas udara di titik asal api pasti jauh lebih padat, beracun, dan mengancam nyawa.
Untuk itu, kata Anies, bencana karhutla tidak boleh dianggap sebagai siklus tahunan biasa. Anies mendesak agar penyelesaian permasalahan ini dijadikan sebagai agenda darurat dan diselesaikan hingga tuntas hingga ke akar permasalahan demi melindungi hak hidup dan kesehatan warga negara.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














