Kondisi Terkini Korban MBG asal Karo di RSCM, Dokter Pastikan Febiona Tidak Mengalami Kehilangan Ingatan atau Gangguan Psikotik – BeritaNational.ID

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BeritaNasional.ID, JAKARTA – Tim dokter spesialis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terkini Febiona Purba, mahasiswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu terduga korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Agustus 2026.

Febiona dirujuk ke RSCM sejak Sabtu (12/9/2026) bersama korban lainnya, Agnesia Paruliana Silitonga, yang sebelumnya diduga mengalami gejala gangguan fungsi ginjal usai mengonsumsi makanan program MBG.

Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr Renan Sukmawan mengatakan, sejak tiba di RSCM, kondisi kedua pasien tersebut tidak memerlukan perawatan intensif. Keduanya menjalani perawatan di bangsal reguler dan dalam keadaan sadar serta mampu berkomunikasi dengan baik.

“Jadi perawatannya di bangsal biasa, kira-kira begitu. Pasien bisa berkomunikasi lalu kontak dengan baik. Kedua adik kami sudah kami rawat dan alhamdulillah, saya ingin sampaikan hari ini menurut saya kondisinya sudah baik dan jauh lebih baik,” kata Renan dalam konferensi pers di RSCM, Rabu (16/9/2026).

Menurut Renan, tim dokter saat ini lebih fokus pada proses kesembuhan kedua pasien tersebut. Jika kondisinya terus membaik, Febiona dan Agnesia diharapkan bisa segera dipulangkan dan melanjutkan pengobatan dengan rawat jalan sambil kembali beraktivitas di sekolah.

Agar adik-adik dan anak-anak kita bisa cepat bersekolah kembali. Dan saya kira ini tugas kita di RSCM untuk menangani perawatan dan segala sesuatu yang diperlukan dengan sebaik-baiknya hingga persiapan rawat jalan,” ujarnya.

Dokter memastikan Febiona tidak kehilangan ingatannya

Di tengah pemulihan kondisi fisiknya, tim dokter RSCM juga membantah tudingan Febiona mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Dokter Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof Dr Dr Setyo Handryastuti mengatakan, kesimpulan tersebut didapat setelah tim melakukan wawancara klinis dan pemeriksaan penunjang berupa perekaman gelombang otak atau electroencephalography (EEG).

“Yang jelas saat saya periksa, daya ingatnya (Febiona) sangat baik, baik ingatan jangka pendek maupun jangka panjang. Dan pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan adanya masalah,” kata Handry.

Terkait diagnosis awal yang diduga adanya gangguan fungsi saraf pusat, Handry menegaskan, hasil evaluasi tidak menunjukkan adanya masalah pada otak Febiona.

Menurut dia, kondisi saraf Febiona menyebabkan kejadian menyerupai kejang, namun tidak memenuhi kondisi epilepsi.

“Diagnosis dari neurologi anak itu kejadian paroxysmal non-epileptiform ya. Jadi kalau bahasa awam itu serangan mendadak yang sebenarnya bukan kejang, dan juga bukan masalah pada organ otak itu sendiri,” jelasnya.

Tidak Ditemukan Gangguan Psikotik

Selain menjalani pemeriksaan saraf, Febiona juga sempat ditangani oleh tim Departemen Psikiatri RSCM. Sebelumnya, rujukan medis awal mencurigai adanya kondisi psikotik yang menyebabkan Febiona kesulitan membedakan kenyataan dan fantasi pasca kejadian keracunan massal.

Namun Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Prof Dr Dr Tjhin Wiguna mengatakan, hasil pemeriksaan dan pemeriksaan klinis di RSCM tidak mendukung dugaan tersebut.

Menurut Tjhin, kondisi emosi yang dialami Febiona lebih merupakan indikasi sejumlah serangan panik yang muncul setelah mengalami tekanan hebat akibat peristiwa yang dialaminya.

“Kalau kita selidiki di sini, sepertinya kondisinya (gangguan psikotik) itu tidak mendukung. Yang pasti mendukung, dalam sebulan sudah beberapa kali mengalami serangan panik. Jadi ketika dia mengalami stres hebat, kemudian muncul panik, lalu disangka semacam psikotik,” jelas Tjhin.

Ia pun membenarkan, kondisi orientasi kognitif Febiona saat ini sangat baik dan stabil. Febiona disebut mampu menceritakan kronologi kejadian dan kondisi tubuh yang dirasakannya secara runtut dan jelas.

“Dia tahu di mana dia berada, tanggal berapa, hari apa, siapa, dia tahu segalanya. Jadi saya tidak melihat ada disorientasi atau masalah pada memori kerjanya,” ujarnya.

Diproyeksikan Kembali untuk Akhir Pekan

Saat ini kondisi Febiona dan Agnesia disebut sudah berangsur pulih dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Keduanya ditempatkan di ruang perawatan standar VIP di Kencana RSCM untuk menjamin kenyamanan selama menjalani perawatan, termasuk secara psikologis.

Kedua pasien tersebut diproyeksikan sudah bisa pulang ke rumah pada akhir pekan ini. Usai keluar, tim RSCM akan terus memantau perkembangan kesehatan keduanya melalui koordinasi dengan rekan dokter di Sumut.

Renan juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan sosial untuk proses kesembuhan kedua pasien tersebut. Ia mengimbau semua pihak, termasuk media, memberikan privasi agar Febiona dan Agnesia bisa kembali beraktivitas dengan tenang setelah keluar dari rumah sakit.

“Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dan adik-adik kita untuk kembali tenang. Jangan diwawancarai atau apa pun di media dan sebagainya agar mereka bisa kembali (beraktivitas). Karena di usia remaja ini, menjadi pusat perhatian juga bisa membuat tidak nyaman dari segi kejiwaan,” pungkas Renan.

Seusai kepulangan yang diperkirakan berlangsung pada akhir pekan ini, tim RSCM akan terus memantau kondisi kesehatan Febiona dan Agnesia melalui koordinasi dengan rekan dokter di Sumut. (Kiel/Bernas)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Soal Dana Fantastis untuk Gibran di 2029, Kehidupan Jokowi Akui ‘Biasa-biasa saja’
Zulhas menegaskan, PAN tetap bersama Prabowo, tiga kali koalisi baru membuahkan kemenangan
BMKG: Kualitas Udara di Palembang Berbahaya Akibat Kabut Asap
Prabowo Tak Akan Hadiri Sidang PBB & Akan Diwakili Sugiono, Ini Alasannya
Jaksa menyebut ada 7 postingan Roy yang menyebut ijazah Jokowi palsu
Tak Sekadar Masak, Sudaryono Ungkap Masalah di Balik Dapur MBG yang Layani Ribuan Orang
ITS dan Konjen AS Dorong Talenta Muda Berinovasi Digital
BYD Atto 2 Versi Terbaru Diluncurkan dengan Jangkauan 501 Km
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:34 WIB

Soal Dana Fantastis untuk Gibran di 2029, Kehidupan Jokowi Akui ‘Biasa-biasa saja’

Kamis, 17 September 2026 - 23:17 WIB

Zulhas menegaskan, PAN tetap bersama Prabowo, tiga kali koalisi baru membuahkan kemenangan

Kamis, 17 September 2026 - 22:51 WIB

BMKG: Kualitas Udara di Palembang Berbahaya Akibat Kabut Asap

Kamis, 17 September 2026 - 22:34 WIB

Kondisi Terkini Korban MBG asal Karo di RSCM, Dokter Pastikan Febiona Tidak Mengalami Kehilangan Ingatan atau Gangguan Psikotik – BeritaNational.ID

Kamis, 17 September 2026 - 22:17 WIB

Prabowo Tak Akan Hadiri Sidang PBB & Akan Diwakili Sugiono, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Headline

BMKG: Kualitas Udara di Palembang Berbahaya Akibat Kabut Asap

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:51 WIB